Bayi Kucing Hutan Gemparkan Warga Lamongan hingga BKSDA Turun Tangan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas BBKSDA Jatim menunjukkan dua ekor bayi kucing hutan jenis kucing Kuwuh atau nama latin Prionailurus Bengalensis, Rabu (17/2/2021). (FOTO: ICHOL/Bacasaja.id)
Petugas BBKSDA Jatim menunjukkan dua ekor bayi kucing hutan jenis kucing Kuwuh atau nama latin Prionailurus Bengalensis, Rabu (17/2/2021). (FOTO: ICHOL/Bacasaja.id)

i

BACASAJA.ID - Masroin, warga Dusun Mencorek, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong, Lamongan, tanpa sengaja menemukan dua ekor bayi kucing hutan. Satwa dilindungi ini ditemukan ketika ia mencari rumput di kebun yang terletak di selatan desanya, Rabu (17/2/2021). Penemuan ini pun menyedot perhatian warga setempat.

Dua ekor bayi kucing hutan yang memiliki ciri bulu warna coklat ada bentol-bentol hitam, kemudian di bagian atas kepala juga terdapat garis-garis hitam menuju ke mata sangat eksotik.

Masroin menceritakan saat mencari rumput, terlihat ada semak yang bergoyang-goyang tepat di depannya. Kemudian ia dekati, tapi seketika itu kaget. Ternyata ada seekor ular kobra berkelahi dengan kucing.

"Saat mencari rumput, saya lihat ada semak yang bergoyang-goyang tepat di depan saya, terus saya dekati, eh ternyata ada ular kobra sama induk kucing ini bertengkar," cerita Masroin.

Ia menjelaskan awal ditemukannya bayi kucing hutan tersebut. Melihat kehadiran Masroin, induk kucing yang sedang berkelahi dengan ular kobra langsung terkejut kemudian kabur meninggalkan dua anaknya menuju ke arah hutan.

Setelah itu, Ia kembali melanjutkan mencari rumput dan tidak menghiraukan induk kucing hutan yang kabur. Tapi baru selangkah dikagetkan suara auman bayi kucing.

"Sebenarnya saya hanya melihat induknya saja dan tidak tahu kalau di bawah itu ada bayi kucing hitam, setelah kaki saya nyenggol bayi kucing itu dan bersuara," ucapnya.

Masroin mengaku kasihan dengan dua ekor bayi kucing hutan itu kemudian membawanya pulang, juga sempat berpikir akan memelihara kedua bayi kucing tersebut. Namun niatnya itu dibatalkan, setelah mengetahui bahwa kucing yang ditemukan tersebut termasuk satwa yang dilindungi.

Akhirnya ia menghubungi Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Jawa Timur. "Akhirnya saya tahu jika dua ekor bayi kucing hutan ini satwa yang dilindungi, akhirnya saya menghubungi BBKSDA Jatim. Waktu itu sempat terbesit untuk memelihara di rumah tapi tidak jadi," ungkap ayah dua anak itu.

Sementara itu dari pihak BBKSDA, Dodit Ari Guntoro, Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3 Surabaya, menjelaskan, kucing hutan yang ditemukan Masroin tersebut adalah jenis Kucing Kuwuh atau dikenal dengan nama latin Prionailurus Bengalensis.

"Setelah kita cek ternyata ini salah satu jenis kucing hutan Prionailurus Bengalinsis," kata Dodit.

Lebih jauh, Dodit mengaku sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan Masroin penemu dua satwa yang dilindungi tersebut. "Jadi temuan satwa yang dilindungi dan pak Masroin ini yang kedua kali. Tahun kemarin beliau juga menyerahkan secara sukarela ular phyton molurus usai ditemukan. Sekarang beliaunya juga menemukan dua anakan kucing hutan," terangnya.

Selanjutnya, lanjut Dodit, dua ekor anak Kucing Kuwuh yang berjenis kelamin jantan dan betina tersebut akan dirawat di kandang transit BBKSDA Jatim. "Dua ekor bayi kucing hutan yang berumur 1 bulan, sangat rentan untuk mati. Maka akan kita amankan ke kandang transit BBKSDA Jatim untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif," tuturnya.

Dodit juga menjelaskan bahwa kucing hutan tersebut termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi. "Kucing ini di Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 sudah dilindungi dan di Peraturan Menteri 106 juga dilindungi," jelas Kepala Seksi Konservasi Wilayah 3 Surabaya. (Ichol).

Berita Terbaru

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

POLDA SULBAR - Sorotan lampu biru kendaraan patroli Polantas Polda Sulbar kembali menyisir ruas jalan Kota Mamuju, Sabtu (5/9/26) malam. Dalam program rutin…

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…