Miris, 8 Tahun Gadis ini Diduga Alami Pelecehan Seksual Guru Spiritual

Redaksi


Miris, 8 Tahun Gadis ini Diduga Alami Pelecehan Seksual Guru Spiritual

ilustrasi

BACASAJA.ID - Seorang perempuan berinisial TA (17) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh guru spiritual ayahnya berinisial AR (44). Ironisnya, perlakuan tak senonoh itu terjadi selama delapan tahun.

Ibu kandung korban, RN mengatakan pelecehan seksual yang dialami putrinya itu sudah berlangsung sejak kelas 4 SD. Ia mengetahui hal tersebut setelah TA menceritakan kepadanya.

RN sendiri sudah pisah dengan suaminya JK. Selama ini RN tak diberikan kesempatan oleh mantan suaminya tersebut untuk berkomunikasi dengan anaknya selama delapan tahun tersebut.

"Anak saya ini dibawa oleh mantan suami, dan saya sengaja tidak diberitahukan tempat tinggal mereka. Selama 8 tahun, saya terus mencarinya," tuturnya dikutip Rabu (3/3/2021).

Setelah berhasil bertemu dengan anaknya dan hidup bersama sekitar dua bulan, TA mulai menceritakan bahwa dirinya berencana menikah dengan seorang pria yang sudah punya istri.

Karena penasaran dengan sosok pria yang akan menikah dengan anaknya, RN sempat menanyakan siapa pria itu, namun TA enggan membeberkannya. Setelah dibujuk oleh ibunya TA akhirnya perlahan-lahan mulai terbuka.

Saat mendengar jawaban dari TA, RN tidak kaget sama sekali karena tebakannya benar bahwa pria yang dimaksud oleh anaknya adalah AR.

"Itupun dia enggak langsung ngaku, awalnya dia bilang ada laki-laki yang mau nikahin dia, tapi sudah punya istri. Perasaan saya sebagai ibu langsung berpikir laki-laki itu si AR," katanya.

RN akhirnya memberikan restu dengan syarat TA masih perawan. Namun seketika RN kaget mendengar TA mengakui jika dia sudah tak gadis lagi lantaran kerap mengalami pelecehan seksual oleh guru spiritual ayahnya AR.

"Saya langsung kaget, setelah dia ngaku kalau sudah enggak perawan, dan sering melakukan itu (hubungan suami istri) dengan si AR. Bahkan sejak kelas empat SD," ucapnya.

Tak hanya itu, kepada RN, TA juga mengaku sudah tidak disekolahkan sejak lulus SD, serta sering mengalami kekerasan fisik dan mental dari AR serta JK. "Anak saya juga cerita kalau dia sudah gak sekolah sejak SMP, dan sering dipukul, terus dikata-katain," bebernya.

Kasus ini pun, sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan ditangani oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim. (ads)