BPBD Gresik Lakukan Kajian Tanggap Darurat Bukit Putri Cempo

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga sedang melihat jalan alternatif yang putus akibat longsor di bukit Putri Cempo, Jumat (5/3/2021).
Warga sedang melihat jalan alternatif yang putus akibat longsor di bukit Putri Cempo, Jumat (5/3/2021).

i

BACASAJA,.ID - Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik telah mengunjungi lokasi longsor di Bukit Putri Cempo. Kunjungan itu untuk melakukan kajian tentang tanggap darurat untuk dilaporkan ke bupati.

Kepala BPBD Gresik, Tarso Sugito mengatakan akan segera membuat kajian (TRC) secara cepat dan tepat lokasi bencana. Setelah membuat TRC, langkah selanjutnya akan menaikkan ke bupati agar segera mengeluarkan surat keputusan penetapan tanggap darurat.

Kemudian, setelah surat tanggap darurat itu dikeluarkan, maka dinas terkait khususnya Dinas PU akan bisa mengambil tindakan, atau paling tidak ada pencegahan awal dengan membangun bangunan yang bersifat darurat bukan permanen.

"Setelah melakukan kajian (TRC) ini, kita akan laporkan ke bupati agar segera mengeluarkan surat keputusan penetapan tanggap darurat sebagai payung hukumnya. kemudian dinas terkait (PU) biar bisa mengambil tindakan awal dengan membuat bangunan darurat di lokasi," kata Tarso, Jumat (5/3/2021).

Sementara itu, terkait status tanah di sekitar longsoran bukit Putri Cempo jika dilakukan pembangunan secara permanen untuk mencegah longsor, Tarso menjelaskan menjadi persoalan tersendiri, sebab jika dibangun secara permanen, status tanahnya harus jelas.

Ia melanjutkan pemilik lahan ini mau atau tidak lahannya dihibahkan ke pemerintah daerah. Kalau tidak boleh atau tidak mau, pemerintah daerah tidak bisa membangun secara permanen.

“Untuk membangun secara permanen disini, harus asetnya pemerintah bukan asetnya perorangan sebab itu tidak boleh. Status lahan atau tanah harus jelas dulu,” ungkap Tarso.

Tapi, berbeda jika pemilik lahan ini mau melepaskan haknya untuk dihibahkan ke pemerintah daerah, baru setelah itu pemerintah bisa membangun secara permanen.

“Harapannya pihak pemilik lahan disekitar longsor mau mengiklaskan lahan mereka dihibahkan ke pemerintah,”ungkapnya.

Seperti diketahui, longsor yang terjadi di bukit Putri Cempo mengakibatkan jalan alternatif dari Gresik ke Surabaya di desa Gumantar Kelurahan Ngargosari Kecamatan Kebomas lenyap terbawa longsoran tanah.

Tidak hanya itu, longsoran juga mengancam beberapa bangunan, rumah, makam cagar budaya dan masjid yang ada disekitar bukit. (TBK/rg4)

Berita Terbaru

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Kapolda Sulbar dan Jajaran Pejabat Utama Turun Langsung Atur Lalu Lintas dan Sapa Masyarakat

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 19 Okt 2026 15:02 WIB

POLDA SULBAR- Ada yang berbeda dari keramaian lalu lintas pagi di Kota Mamuju, Senin (19/10/26). Jika biasanya di setiap persimpangan jalan hanya terlihat…

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Dispendik Surabaya Imbau SD-SMP Manfaatkan Destinasi Lokal untuk Outing Class

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:58 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengoptimalkan destinasi wisata edukasi dan ruang…

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

KPK: Pejabat BNPB Diduga Terima Suap Rp2,38 Miliar dan Emas 325 Gram

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:55 WIB

JAKARTA- KPK mengungkap dugaan penerimaan suap oleh pejabat BNPB terkait pengadaan yang menggunakan DSP kebencanaan. Suap tersebut diduga diterima dalam bentuk …

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Hari Santri 2026, PKB Kota Surabaya Ajak Santri dan Santriwati Jaga Tradisi Pesantren dan Keutuhan Negeri

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

Senin, 19 Okt 2026 14:04 WIB

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026, Ketua DPC PKB Kota Surabaya Muhammad Faridz Afif atau Gus Afif mengajak seluruh s…