Begini Jejak Kasus Suap Pajak yang Membuat Wartawan Tempo Babak Belur

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mantan Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji. (ditjen pajak)
Mantan Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji. (ditjen pajak)

i

BACASAJA.ID - Tindak kekerasan yang dilakukan oknum berwajib terhadap wartawan Tempo, Nurhadi, rupanya punya buntut yang panjang. Keterlibatan mantan Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji dalam kasus dugaan suap pajak mengemuka setelah sempat tenggelam.

Pada awal bulan Maret silam, tepatnya hari Selasa (02/3/2021), Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan, pihaknya sedang menelisik dugaan kasus suap pada tubuh Ditjen Pajak. Ketika itu, belum terdapat pihak-pihak yang diduga terlibat diungkap ke publik.

"KPK masih menyidik. Untuk menerapkan tersangka itu kan butuh aat bukti. Ini yang sedang KPK lakukan. Kalau alat buktinya cukup, kita ungkap," terang Alexander ketika itu.

Alex, begitu dia biasa disapa, mengungkapkan kalau dugaan suap yang mengalir ke tubuh Ditjen Pajak ini bernilai hingga miliaran rupah. Sejatinya, sambung Alex, modus suap ini lazim yaitu menyuap pemeriksa untuk menurunkan nilai pajak.

Rabu (03/3/2021), Menteri Keuangan Sri Mulyani mendadak menggelar jumpa pers. Ani, begitu sapaan akrab sang Menkeu, mengaku sudah mengetahui ada dugaan suap di lingkup kementerian yang dipimpinnya, setelah menerima laporan masyarakat ke Unit Kepatuhan Kementerian Keuangan sejak awal 2020 lalu.

Menurut Ani, Pegawai Ditjen Pajak yang diduga menerima suap itu sudah dibebastugaskan dari jabatannya karena mengundurkan diri. Tapi, Ani tidak mengungkap siapa yang dimaksud mengundurkan diri itu. Seiring pengusutan kasus, profil Angin Prayitno Aji menghilang dari laman resmi Ditjen Pajak.

Keesokan hari, Kamis (04/3/2021), lembaga antirasuah KPK mengungkap mantan Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji serta lima orang lainnya, sudah dicegah untuk ke luar negri dalam kurun waktu enam bulan. Mereka lima orang itu antara lain DR, RAR, AIM, VL dan AS.

KPK, kata Alexander Marwata, sudah mengajukan permohonan pencegahan ke luar negeri itu kepada Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM sejak 8 Februari 2021. Alex lantas mengakui kalau KPK sejatinya telah menetapkan Angin Prayitno dan lima orang yang bersamanya itu sudah berstatus tersangka pada bulan Februari.

"Umumnya sejak tersangka ditetapkan, ya kita cegah ke luar negeri," ucap Alex di Gedung KPK Jakarta, Kamis (4/3).

Seiring menggelindingnya waktu, proses pengusutan pun berjalan. Tim penyidik KPK diketahui menggeledah beberapa tempat. Lokasi pertama yang diungkap KPK telah digeledah adalah kantor PT Jhonlin Baratama di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

PT Jhonlin Baratama diketahui merupakan anak usaha Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam. Perusahaan yang bergerak di bidang industri batu bara inilah yang diduga menyeret nama Angin Prayitno dalam pusaran suap pajak.

Tak berhenti di kantor PT Jhonlin, KPK juga secara simultan menggeledah rumah pegawai PT Jhonlin Baratama, kantor pusat Bank Panin, hingga kantor pusat PT Gunung Madu Plantations.

Mengutip majalah Tempo, Senin (29/3/2021) , Angin Prayitno ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak, Dadan Ramdani. Mereka diduga menerima suap dan gratifikasi yang nilainya mencapai Rp 50 miliar. Keduanya ditengarai menerima suap dari tiga perusahaan yang disebut sebelumnya.

Angin Prayitno Aji dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Magribi, Veronika Lindawati, dan Agus Susetyo. Ryan dan Aulia menjadi konsultan pajak dalam pemeriksaan perpajakan PT Gunung Madu Plantations tahun pajak 2016. Veronika sebagai kuasa Bank Pan Indonesia tahun pajak 2016. Lalu, Agus Susetyo menjadi konsultan pajak PT Jhonlin Baratama tahun pajak 2016 dan 2017.

Majalah Tempo kembali menginvestigasi aset-aset Angin dan berusaha mengkonfirmasi kepada Angin, Sabtu lalu. Namun koresponden Tempo di Surabaya, Nur Hadi, terhalang ketika hendak menemui Angin dalam acara resepsi pernikahan anaknya di gedung Samudra Bumimoro, Surabaya. Bahkan Nur Hadi sempat mengalami penganiayaan. Pelakunya diduga anggota kepolisian. (tmp/nnc)

Berita Terbaru

PERADI Profesional Beberapa Tahun Kedepan Dapat Menjadi OA Terbesar

PERADI Profesional Beberapa Tahun Kedepan Dapat Menjadi OA Terbesar

Senin, 07 Sep 2026 07:54 WIB

Senin, 07 Sep 2026 07:54 WIB

JAKARTA — Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERADI PROFESIONAL DKI Jakarta Masa Bakti 2026–2031 yang berlangsung di JW Marriott Hotel Jakarta men…

Wakapolda Sulbar Tegaskan Makna Pengabdian, Jangan Jadi Benalu di Tengah Masyarakat

Wakapolda Sulbar Tegaskan Makna Pengabdian, Jangan Jadi Benalu di Tengah Masyarakat

Senin, 07 Sep 2026 07:48 WIB

Senin, 07 Sep 2026 07:48 WIB

POLDA SULBAR - Wakapolda, Brigjen Pol Hari Santos menyampaikan arahan tegas kepada seluruh personel Polda Sulbar, tentang makna pengabdian, kedisiplinan dan…

Targetkan 2 Juta Kader Muda, AMPG Jatim Gelar Diklatda I di Gedung Golkar Jawa Timur 

Targetkan 2 Juta Kader Muda, AMPG Jatim Gelar Diklatda I di Gedung Golkar Jawa Timur 

Senin, 07 Sep 2026 07:21 WIB

Senin, 07 Sep 2026 07:21 WIB

SURABAYA – Partai Golkar tak ingin kehilangan momentum dalam merebut generasi muda. Melalui Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), partai berlambang pohon b…

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …