Telan ABPD Rp 39 M, Mengapa Jembatan Joyoboyo Belum Juga Diresmikan?

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sudah dilakukan uji beban, tapi Jembatan Joyoboyo tak kunjung diresmikan. Karena itulah, Komisi C DPPRD Surabaya bakal memanggil pihak-pihak terkait.
Sudah dilakukan uji beban, tapi Jembatan Joyoboyo tak kunjung diresmikan. Karena itulah, Komisi C DPPRD Surabaya bakal memanggil pihak-pihak terkait.

i

BACASAJA.ID – Peresmian Jembatan Joyoboyo Surabaya terus molor. Setelah gagal diresmikan pada Desember 2020, jembatan yang menghabiskan APBD Rp 39 miliar itu juga gagal difungsikan pada Maret 2021. Padahal sudah dilakukan uji yang melibatkan Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Ada apa dengan proyek ini?

Hingga saat ini belum diketahui kapan akan jembatan ikonik itu segera diresmikan. Komisi C DPRD Kota Surabaya juga belum diberikan laporan terkait dengan uji kelayakan atau uji beban Jembatan Joyoboyo yang telah dilakukan pada Februari lalu.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono mengatakan secara fisik Jembatan Joyoboyo sudah selesai. Termasuk pekerjaan detail beserta variasinya. "Ini penting, uji kelayakan ini untuk bisa dipakai dan bertahan berapa lama. Mumpung ini musim hujan ini sangat baik juga untuk uji kelayakan di jembatan itu," kata Baktiono, Kamis (15/4/2021).

Baktiono mengungkapkan alasan uji kelayakan pada musim hujan karena dalam keadaan basah dan ada arus air yang mengalir di bawah jembatan. Sehingga kekuatan jembatan tersebut bisa teruji secara kuat.

"Jadi diuji dengan kendaraan seberat seratus ton tadi, bisa gak jembatan itu tahan? Apakah jembatan itu gerak? Kalau di musim kering bebannya lebih ringan," ujar politisi senior PDIP ini.

Untuk menindaklanjuti kemoloran peresmian Jembatan Joyoboyo, Komisi C akan memanggil kembali pihak-pihak yang terkait dalam proses pembangunan jembatan tersebut. "Minggu depan akan kita undang kembali, untuk Jembatan itu harus ada hitam di atas putih soal uji layak fungsi, setelah itu baru bisa diresmikan. Jadi kita meminta hasil uji layak fungsi itu adalah suatu hal yang wajar," tandasnya.

Sebelumnya, dalam hearing jembatan Joyoboyo, Baktiono mengaku kecewa kepada pihak kontraktor yang tidak hadir dalam undangan hearing tersebut. Padahal pihaknya ingin mengetahui kekuatan dan hasil uji kelayakan. Sebab pengujian seharusnya dilakukan di berbagai cuaca.

“Tapi malah tidak datang. Kita ingin pendapat seperti itu dari kontraktor dan penguji. Karena banyak jembatan nasional yang tergerus arus, akhirnya goyang. Jangan sampai sebelum diresmikan sudah goyang dan merugikan warga,” kata Baktiono, Rabu (3/3/2021).

Dari data di LPSE, kontraktor pelaksana proyek ini adalah PT. Rudy Jaya yang berlamat di Jl. Gajah Mada No. 404 Janti, Tarik – Sidoarjo. Sebenarnya proyek Jembatan Joyoboyo ini dianggarkan dengan pagu Rp 65 miliar. Namun HPS yang dibuat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menurun menjadi Rp 40.849.508.172,08. Sedang kontraktor PT. Rudy Jaya menawar menjadi Rp 39.863.911.894,36. (byta)

 

Berita Terbaru

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

MAJENE – Memastikan pengelolaan perlengkapan dinas berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan menjadi fokus Tim Bidang Logistik Tahun Anggaran 2026 dari Biro L…

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

POLDA SULBAR- Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso, memimpin langsung rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) penguatan program prioritas Kapolri di Polda…

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

POLDA SULBAR - Memperkuat fondasi penegakan hukum yang bermartabat di wilayah Sulawesi Barat, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto terus mempererat…

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

MAMUJU— Semangat Polisi Peduli Pendidikan diwujudkan melalui kolaborasi di bidang akademik. Tri Suhendra Arbani, S.H., M.H., dosen Universitas Islam Negeri (…

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

POLDA SULBAR– Merespons fenomena kejahatan siber dengan modus penipuan online yang mengintai siapa saja di dunia digital. Polda Sulbar menerbitkan panduan e…

Profil Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan, Akpol 2001, Dirreskrimsus Polda Jatim

Profil Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan, Akpol 2001, Dirreskrimsus Polda Jatim

Rabu, 21 Okt 2026 09:39 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:39 WIB

SURABAYA-  Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. resmi menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jawa Timur. Kapolda …