Bukan Komunitas Unyu-Unyu, Genk Gemes Bina Anak Putus Sekolah

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pelepasan anak didik jenjang SMA/SMK
Pelepasan anak didik jenjang SMA/SMK

i

BACASAJA.ID - Tampaknya Komunitas Genk Gemes ini tak se imut namanya. Komunitas unik ini adalah kumpulan dari orang-orang yang senang bersedekah untuk membantu warga Kota Surabaya dan Jawa Timur.

Genk Gemes memiliki kepanjangan dari Gerakan Mengajak Sedekah dengan membantu atau membina anak-anak yang orang tuanya terganjal finansial hingga yang putus sekolah

Hingga saat ini, sekitar 250an anak-anak telah di sekolahkan hingga jenjang SMA/SMK. Pada tahun 2021 ini, sekitar 20 an telah dibiayai hingga lulus bangku sekolah atas.

Ketua Genk Gemes Kota Surabaya, Hadi Prayitno mengatakan, tahun ini anak-anak binaan mereka telah lulus dan diharapkan bekal dari sekolah, seperti sertifikat serta ijazah bisa membantu mereka di dunia pekerjaan.

Anehnya, tak seperti program-program bantuan yang biasa kita temui. Para pembina Genk Gemes ini, mengaku bila anak-anak dari jenjang SD hingga SMA/SMK adalah anak-anak yang memiliki permasalahan sosial.

Mulai dari penjual koran, pedagang asongan, pengamen, anak yatim piatu, keluarga broken home, putus sekolah, dan lain sebagainya.

"Harapan kami hanya satu, mereka bisa punya ijazah sebagai bekal untuk bekerja. Kami disini membina anak-anak yang memang dari keluarga tak mampu, anak-anak yang sempat nakal, anak-anak yang jarang mendapat sentuhan bantuan karena prilaku kurang baik dan tingkat kepandaian mereka yang dibawah rata-rata," ungkap Hadi, Sabtu (29/5/2021) malam.

"Anak-anak inilah yang tidak diperhatikan oleh masyarakat lainnya, khususnya Pemerintah. Anak-anak ini juga punya hak untuk mengenyam pendidikan," sambungnya.

Lanjutnya, Hadi menjelaskan bagaimana ia dan komunitasnya bisa bertemu dengan anak-anak ini dan mengajak mereka untuk kembali bersekolah.

"Seperti ada pengamen, kami datangi rumahnya. Ajak dialog, jika setuju akan kami sekolahkan. Lalu kami mencari orang tua asuh yang ingin membantu. Tentunya dengan data transparan," katanya.

Pemilihan sekolah juga berdasarkan lokasi terdekat dengan sang anak, agar anak tersebut tidak kesulitan untuk menjangkau sekolah. "Sekolah yang dipilih tentu tempat terdekat dari rumah sang anak atau anak tersebut sempat putus sekolah, maka kami melakukan negosiasi kepada pihak sekolah. Seperti membayarkan tunggakan anak tersebut," jelasnya.

Hadi berharap, bila Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa turut membantu dengan melakukan intervensi kepada anak-anak yang tidak hanya berprilaku baik atau berprestasi saja.

"Pemerintah juga harus melakukan pendataan yang serius. Mereka para pengamen, pedagang, atau anak-anak yang selalu dipandang sebelah mata juga punya hak untuk mendapat pendidikan," tegas Hadi.

Sementara itu, sambil meneteskan air mata, Kadek Stefani salah satu binaan Genk Gemes Kota Surabaya, mampu menyelesaikan pendidikan SMK Kesahatan Nusantara, dan menjadi bagian lulusan tahun 2021.

Ia mengaku bila tak memiliki ijazah jenjang SMP karena tidak bisa membayar tunggakan sekolah. Naasnya hal ini terjadi lagi saat ia mengenyam pendidikan tingkat SMK.

"Awalnya saya ingin putus sekolah. Tapi saya bertemu dengan Genk Gemes, mereka datang dan bertanya tunggakan apa saja yg belum saya bayar. Lalu saya lanjut sekolah kembali, sekarang saya sedang training di salah satu perusahaan," tandas Kadek Stefani. (byta)

Berita Terbaru

Kapolres Mamuju Tengah Pimpin Subuh Keliling di Tobadak, Serap Aspirasi Demi Kamtibmas Kondusif

Kapolres Mamuju Tengah Pimpin Subuh Keliling di Tobadak, Serap Aspirasi Demi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 17 Okt 2026 17:40 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 17:40 WIB

MAMUJU TENGAH - Upaya memperkuat kemitraan dan komunikasi dua arah terus digalakkan oleh Polres Mamuju Tengah. Dipimpin langsung oleh Kapolres Mamuju Tengah…

Lewat Subuh Keliling, Kapolres Majene Perkuat Kedekatan dengan Warga dan Cari Solusi Persoalan Kamtibmas

Lewat Subuh Keliling, Kapolres Majene Perkuat Kedekatan dengan Warga dan Cari Solusi Persoalan Kamtibmas

Sabtu, 17 Okt 2026 17:34 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 17:34 WIB

MAJENE - Suasana pagi di Masjid Nurul Abrar, Lingkungan Labuang, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, terasa berbeda, Sabtu (17/10/2026). Usai…

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Jajaran Polres Mamasa Gelar Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Jajaran Polres Mamasa Gelar Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas

Sabtu, 17 Okt 2026 12:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:29 WIB

MAMASA – Menindaklanjuti arahan Kapolda Sulbar untuk memasifkan pendekatan humanis, jajaran Polres Mamasa serentak bergerak melaksanakan kegiatan Subuh K…

Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Sabtu, 17 Okt 2026 12:20 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:20 WIB

POLDA SULBAR – Ada pesan kehidupan yang mendalam dalam kegiatan Subuh Keliling yang dilaksanakan Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulawesi Barat bersama para B…

Subuh Keliling: Kapolresta Mamuju Sapa Warga Usai Ibadah, Bangun Kepercayaan dari Hati ke Hati

Subuh Keliling: Kapolresta Mamuju Sapa Warga Usai Ibadah, Bangun Kepercayaan dari Hati ke Hati

Sabtu, 17 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:17 WIB

MAMUJU - Kehadiran kepolisian tidak hanya terlihat saat ada gangguan keamanan, tetapi juga di saat-saat damai seperti momen ibadah. Melalui program Subuh…

Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan

Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan

Sabtu, 17 Okt 2026 12:09 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:09 WIB

Revitalisasi tiga bangunan Keraton Kulon di Karaton Surakarta Hadiningrat mulai berjalan. Gusti Moeng dan PB XIV menekankan pelestarian bangunan asli.…