Isu Anthrax tak Pengaruhi Penjualan Sapi di Pasar Hewan Tulungagung

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pedagang sapi saat menurunkan ternaknya dari atas truk di Pasar Hewan Beji, Tulungagung.
Pedagang sapi saat menurunkan ternaknya dari atas truk di Pasar Hewan Beji, Tulungagung.

i

BACASAJA.ID - Matinya puluhan sapi di Desa Sidomulyo Kecamatan Pagerwojo karena Anthrax tak pengaruhi penjualan ternak sapi di Tulungagung.

Buktinya, penjualan ternak sapi di Pasar Hewan Beji atau yang dikenal sebagai Pasar Pahing berjalan normal.

Salah satu pedagang sapi, Kolik Riski Efendi (33) asal Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan tuturkan penjualan sapinya tetap normal.

“Endak ada pengaruh sama sekali kok,” kata Kolik, Kamis (10/6/21).

Kalaupun ada penurunan, lebih disebabkan oleh Pandemi Covid-19 sejak setahun lalu.

Sebelum pendemi setiap pasaran dirinya membawa hingga 12 sapi dan selaku habis. Namun sejak Pandemi berlangsung, dirinya hanya bisa menjual 5-6 sapi perharinya.

“Mulainya ya setahunan (pandemi berawal),” ujarnya.

Disinggung isu adanya penolakan sapi asal Tulungagung akibat Anthrax di Desa Sidomulyo, dengan tegas dirinya menolaknya. Buktinya, selama ini dirinya masih bisa mengirim sapi ke luar kota.

“Kita masih kirim ke Surabaya juga,” katanya.

Pada Idul Fitri lalu, penjualan sempat naik, meski tak signifikan. Sapi yang terjual adalah jenis pedaging.

Kenaikan penjualan sapi didongkrak oleh banyaknya hajatan di bulan Syawal (penanggalan Islam) yang dianggap sebagai bukan baik.

“Acara kan banyak, seperti mantenan (pernikahan) atau hajatan,” terangnya.

Satu ekor sapi dijual dengan harga sekitar 21-22,5 juta. Harga ini untuk sapi remaja siap potong.

Namun harga sapi bisa melonjak mencapai 100 juta jika mempunyai penampilan bagus dan berat mencapai 1 ton.

Senada Koordinator Pasar Hewan Beji, Suharmanto jelaskan tak ada pengaruh dalam penjualan sapi. Tiap hari ada perputaran uang hingga milyaran rupiah dari penjualan sapi.

“Setiap hari sekitar 600 ekor,” katanya.

Meski demikian dirinya tak mau kecolongan dengan adanya bakteri anthrax di Desa Sidomulyo beberapa waktu lalu. Ternak dari desa ini untuk sementara dilarang keluar untuk diperdagangkan.

Dirinya juga menghimbau pada pedagang ternak untuk melaporkan jika ditemukan ternak yang sakit.

“Kalau roboh, terus ada luka bolong dan hitam, segera lapor ke petugas,” kata pria bertubuh tambun itu.

Pihaknya aktif berkeliling ke seluruh pasar hewan, untuk mencari sapi yang sakit. Pemeriksaan dilakukan setiap hari pasaran atau 5 hari sekali.

Sebelumnya, 26 ekor sapi dan 3 ekor kambing di Desa Sidomulyo mati secara beruntun.

Warga sempat menduga sapinya ternak mereka akibat disantet.
Namun hasil pemeriksaan dari Dinas Peternakan Kabupaten dan Provinsi diindikasikan sapi itu mati akibat Anthrax.

Enam peternak juga tertular bakteri ini. Namun kondisi mereka sudah membaik. (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

POLDA SULBAR - Sorotan lampu biru kendaraan patroli Polantas Polda Sulbar kembali menyisir ruas jalan Kota Mamuju, Sabtu (5/9/26) malam. Dalam program rutin…

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…