BACASAJA.ID- Pemberian vaksin Covid-19 ternyata efektif menghambat laju kematian akibat Covid-19. Di Tulungagung, pasien yang meninggal akibat Covid-19 didominasi oleh orang yang belum divaksin. Prosentasenya pun cukup tinggi, mencapai 90 persen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung melalui Kabid P2, Didik Eka jelaskan secara data Pasian yang meninggal akibat Covid-19 didominasi yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.
Selama rentang 1 Maret-28 Juli 2021 terdapat 2.750 pasien Covid-19 di Kabupaten Tulungagung. Dari jumlah itu, 60 diantaranya meninggal dunia.
Dari jumlah yang meninggal, 1 sudah mendapatkan vaksin lengkap atau 2 kali. Pasien ini meninggal lantaran mempunyai penyakit penyerta.
Sedang 5 orang sudah mendapatkan vaksin dosis 1, sisanya belum dapatkan vaksin sama sekali.
“Yang meninggal itu mempunyai penyerta DM (diabetes melitus),” terang Didik.
Selain itu, vaksinasi juga terbukti memperlambat penularan covid-19. Kebanyakan pasien yang terkonfirmasi didominasi warga yang belum vaksin.
Didik mengatakan pasien yang sudah menerima vaksin dosis pertama sebanyak 424 orang.
“Jumlah itu setara 15 persen total pasien dalam rentang Maret hingga Juli (2021). Mereka sudah menerima dosis pertama, sehingga kekebalannya belum sempurna,” terangnya.
Sedang pasien yang mendapat vaksin lengkap, hanya 2 persen atau 51 orang dari total pasien yang terkonfirmasi.
Sedangkan pasien yang belum menerima vaksin sama sekali sebanyak 2.275 orang, atau 83 persen.
“Warga yang sudah divaksin lengkap masih ada yang terpapar. Namun jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding yang belum divaksin sama sekali,” papar Didik.
“Jadi jangan ragu-ragu, vaksin Covid-19 sangat membantu menjaga kita dari fatalitas saat terinfeksi,” pungkas Didik (t.ag/JP/rg4)
Editor : Redaksi