Jamasan Kyai Upas, Tradisi Menyucikan Pusaka di Bulan Suro yang masih Lestari di Tulungagung

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tombak Kyai Upas saat dijamas.
Tombak Kyai Upas saat dijamas.

i

BACASAJA.ID - Alunan gamelan terus mengiringi pembacaan kitab suci Al-Qur’an. Asap kemenyan pun tak putus mengebul, menguap memenuhi udara, iringi prosesi jamasan tombak Kyai Upas.

Rangkaian janur dan sesajen tertata rapi disebuah panggung berukuran sekitar 3 x 4 meter.
4 tandan pisang raja bergantung di 4 pojok panggung, beserta kelapa dan Cok bakal (sesajen).

Di ujung timur panggung terdapat meja yang diatasnya terdapat tempayan berisi air, serutan kayu Cendana, jeruk nipis dan minyak wangi untuk mencuci tombak Kyai Upas.

Jamasan ini rutin digelar setahun sekali pada Bulan Suro penanggalan Jawa. Biasanya dilakukan pada hari Jum’at.

Tombak Kyai Upas disimpan di ruangan yang berada di kompleks perkantoran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tulungagung, di Jalan Jalan Oerip Soemoharjo nomor 4.

Sebelum dijamas, tombak akan dikeluarkan terlebih dahulu dari tempatnya. Tombak bergagang kayu sepanjang hampir 5 meter itu diangkat oleh pejabat Bupati Tulungagung dan Forkopimda Kabupaten Tulungagung.

Lalu, tombak diletakan diatas tatakan, dan secara perlahan kain pembungkus berlapis 2 itu dilepas. Perlahan, penjamas mencuci tombak dengan bahan yang sudah disiapkan.

Air untuk mencuci berasal dari 9 mata air berbeda. Setelah dicuci, tombak kembali dibawa ke tempat penyimpanannya.

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo selepas acara jamasan mengatakan jamasan ini dilakukan rutin tiap tahun di bulan suro.

“Sejak dulu ketika Bupati Tulungagung awal, Raden Mas Pringgokusumo membawa pusaka Kanjeng Kyai Upas,” ujar Maryoto.

Maryoto melanjutkan, keberadaan pusaka ini memperkuat spirit dan mental masyarakat Tulungagung pada masa itu.

Pelaksanaan jamasan biasanya menjadi daya tarik bagi masyarakat yang penasaran, sehingga menimbulkan kerumunan.

Saat pandemi ini, pelaksanaan jamasan dibatasi untuk Wadya Wimbasara (penjaga Kyai Upas), penjamas dan tamu undangan. Masyarakat umum tak diperbolehkan mendekat.

“Kalau dulu diarak dari luar dengan pasukan sak bregodo (satu kompi), karena pandemi hanya 5 meter saja diaraknya,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Bambang Ermawan jelaskan acara jamasan merupakan bentuk pelestarian budaya.

“Seperti hari ini merupakan budaya pelestarian budaya adiluhung di Tulungagung,” katanya. (t.ag/JP/rg4).

Berita Terbaru

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

POLDA SULBAR - Sorotan lampu biru kendaraan patroli Polantas Polda Sulbar kembali menyisir ruas jalan Kota Mamuju, Sabtu (5/9/26) malam. Dalam program rutin…

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…