Irmaya Haryuni, Survival Kanker Payudara yang Sukses Tekuni Bisnis Macaroni Schotel

Redaksi


Irmaya Haryuni, Survival Kanker Payudara yang Sukses Tekuni Bisnis Macaroni Schotel

Irmaya Haryuni saat menunjukkan produk kuliner Macaroni Schotel.

BACASAJA.ID - Salah satu survival kanker yang tinggal di Kota Surabaya, sukses menekuni bisnis Macaroni Schotel dan tak ingin kalah dengan keadaannya saat itu. Irmaya Haryuni membagikan kisah inspiratifnya selama menjadi survival kanker payudara.

Bahkan, Irmaya juga tak menyangka, bahwa bisnisnya akan terus berjalan selama 10 tahun lebih. Kisah Irmaya dimulai saat dia didiagnosis terjangkit kanker payudara pada tahun 2008. Dia langsung syok, sebab kurang 6 (enam) bulan lagi dirinya juga akan menikah.

Dunia serasa mulai runtuh bagi Irmaya, apalagi dia juga harus mengikuti rangkaian pengobatan yang membuatnya sempat merasa tak mampu menerjang kerasnya hidup. Seperti para pengidap kanker lainnya, Irmaya juga harus kehilangan helai demi helai rambutnya.

Seminggu usai menjalani operasi, Irmaya diundang oleh perusahaan tempatnya bekerja. Tak disangka, Irmaya terpaksa diberhentikan, lantaran mengidap kanker payudara. Perusahaannya merasa, bahwa Irmaya sudah tak sanggup mengemban tugas dari perusahaan.

“Saya syok dan down sekali. Padahal saya sudah mulai sembuh, saya kemudian coba lagi apply ke beberapa perusahaan. Tapi saya mendapat penolakan karena riwayat kanker payudara saya. Dari situ saya paham soal riwayat kesehatan yang sangat berpengaruh,” kenang Irmaya, Sabtu (28/8/2021).

Sejak saat itulah, Irmaya mulai menganggur. Tapi dia tak tak tinggal diam, dia mencoba peruntungan dengan mencoba memulai bisnis kuliner. Hanya saja, Irmaya sempat mengaku pesimis, tapi karena mendapat banyak dukungan dari orang sekitar. dia memutuskan untuk mulai berbisnis.

Awal tahun 2011, Irmaya mulai menjalankan bisnis kuliner pasta panggang yang dikenal sebagai Macaroni Schotel. Dia kemudian belajar bagaimana memulai memasarkan bisnisnya secara online. Sebab, pada tahun itu media sosial belum banyak berkembang seperti saat ini.

Irmaya juga mengaku, bila dirinya mulai belajar banyak hal, dimulai dengan membuat blog, mencari celah di Google, hingga belajar SEO dan foto produk. Dia percaya, bahwa kecanggihan teknologi bisa membantunya menjaring pasar kuliner.

Dan benar saja, Irmaya mengaku kaget dengan bisnis yang tak sengaja dia tekuni. Sejak itulah, Irmaya mendapatkan penghasilan dari bisnis kuliner onlinenya. Bahkan, Omzetnya terus menanjak hingga tahun 2021.

Tapi Irmaya tak menampik, bahwa dia sempat takut saat pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia. Dia tak ingin bisnis yang dia bangun dengan sukacita dan penuh harap, akan terdampak Covid-19.

Nyatanya, hingga pandemi Covid-19 yang sudah berjalan 2 (dua) tahun ini, Irmaya mengaku tak mengalami kerugian atau penurunan omzet. Dia mengaku, bahwa sejak pandemilah, omzetnya semakin menanjak drastis.

“Mungkin karena pandemi ini orang lebih memilih untuk melakukan transaksi online, karena dengan mudah produk itu sampai. Para costumer juga banyak memesan sebagai hantaran untuk saling menguatkan dan mengirim makanan kepada saudara maupun kerabat yang terpapar Covid-19,” terangnya.

“Modal saya waktu itu, hanya sekitar 300 ribu. Tapi alhamdulilah semua sudah kembali. Apalagi pandemi Covid-19 ini juga memiliki dampak positif untuk usaha yang saya sedang tekuni hingga saat ini,” imbuhnya.

Saat ini, Irmaya mengaku tengah fokus untuk kembali belajar mengikuti teknologi dan perkembangan zaman, agar tak kehilangan pelanggan lama, dan bisa menarik pelanggan baru untuk mencoba kuliner Macaroni Schotel miliknya.

Dia juga berpesan kepada para ibu-ibu muda maupun para survival kanker yang memiliki nasib yang sama dengannya untuk tak patah semangat menjalani kehidupan dan jangan sampai kalah dengan keadaan, terutama penyakit kanker.

“Jangan mudah menyerah dan putus asa. Jika kita memiliki tujuan dan target untuk masa depan, saya yakin semua usaha yang dilakukan tidak akan sia-sia,” pungkas Irmaya. (byta/rg4)