Butuh Bantuan, Balita Alami Jantung Bocor kini Dirujuk ke RS Harapan Kita JKT

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Reskiano Al Fatih, seorang bayi laki-laki yang baru berusia 5 bulan penderita penyakit penyakit jantung bawaan.
Reskiano Al Fatih, seorang bayi laki-laki yang baru berusia 5 bulan penderita penyakit penyakit jantung bawaan.

i

BACASAJA.ID - Malang nian nasib Reskiano Al Fatih, seorang bayi laki-laki yang baru berusia 5 bulan penderita penyakit penyakit jantung bawaan atau dalam medis disebut TGA PDA VSD (Saluran fungsi jantung terbalik sehingga alami kebocoran sekat jantung, red).

Reskiano Al Fatih merupakan anak bungsu dari pasangan Fredi Saputra dan Pariah. Keluarga petani ini berasal dari Dusun Bandar Baru, Perkebunan Pulau Tiga, Aceh Tamiang.

Sejak 20 Agustus 2021 lalu, Reskiano Al Fatih dirawat di RS Jantung & Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta. Namun akibat keterbatasan ekonomi keluarga, balita itu belum bisa dioperasi.

Ekspresi sedih tidak bisa disembunyikan dari wajah Pariah saat berbincang dengan media ini, Selasa (7/9). Perempuan murah senyum itu tidak tega melihat anaknya yang baru berumur lima bulan menahan sakit akibat kesulitan bernafas.

Sejak Pariah pun menuturkan, sejak divonis alami penyakit jantung bawaan (PJB) oleh rumah sakit Adam Malik Aceh, atau tepatnya 10 hari pasca kelahiran anak ketiganya itu, ia dan keluarga cuma bisa termangu.

Keluarga petani itu tak bisa membayangkan berapa biaya yang harus mereka keluarkan untuk kesembuhan buah hatinya. Bahkan saat dokter mengeluarkan surat rujukan ke RS Harapan Kita di Jakarta, Pariah tak sempat mengelap air matanya.

"Kalau malam dia nangis terus, mungkin karena sakit. Saya tidak tega melihatnya. Hingga akhirnya suami saya menjual sepeda motor butut kami untuk bekal berangkat ke Jakarta," ucap Pariah lirih.

Ya, pasangan asal Aceh itu menjual satu-satunya sepeda motor mereka seharga Rp.5.000.000 untuk modal berangkat ke Jakarta sejak 20 Agustus 2021 lalu. Dan hingga kini mereka berada di RS Harapan Kita Jakarta menunggu jadwal operasi Reskiano Al Fatih.

"Namun ada sisi baiknya mas. Selama perawatan disini, ditanggung pihak BPJS. Tapi untuk biaya operasinya nanti, kami belum tahu. Apakah tetap ditanggung BPJS atau tidak. Namun yang pasti biaya hidup disini sangat besar," ungkap Pariah.

Harapan dan doa demi kesembuhan sang buah hati selalu diucapkan dari ibu dua putri dan satu putra itu. Sesekali ia membelai dan mencium kening putra bungsunya yang memiliki nama sama dengan Penguasa Kesultanan Ottoman Turki itu, Sultan Hamid II (Al Fatih).

Untuk diketahui, Jika anda mengalami penyakit jantung bawaan, Anda harus mengeluarkan uang sekitar 100-300 juta, menurut Pusat Jantung Nasional Harapan Kita. Besarnya biaya sesuai dengan fasilitas, seberapa banyak penggantian pembuluh arteri, biaya tenaga medis yang, serta penggunaan alat teknologi.

Biaya tersebut hanya mencakup tindakan operasinya saja, belum perawatan lainnya. Pasien juga harus menjalani rawat inap, baik itu sebelum operasi dan setelah operasi, setidaknya harus opname selama 5 hari.

Mahalnya biaya operasi jantung karena pengaruh berbagai faktor, seperti membutuhkan teknologi yang canggih serta ahli medis yang profesional.

Jika anda ingin membantu biaya pengobatan Reskiano Al Fatih, bisa menghubungi kontak 081549559858. (EDO/RG4).

Berita Terbaru

DPRD Surabaya : Jangan Kejar Target Proyek, Keselamatan Warga Harus Utama

DPRD Surabaya : Jangan Kejar Target Proyek, Keselamatan Warga Harus Utama

Jumat, 28 Agu 2026 16:25 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:25 WIB

SURABAYA — DPRD Kota Surabaya meminta pengerjaan proyek pelebaran saluran air dan gorong-gorong tidak hanya mengejar target penyelesaian konstruksi. Proses p…

Sidang Kasus SNI Wire Rope Dirut PT BPI Memanas, JPU Ngotot Pidanakan Terdakwa Santoso Utomo Tjioe

Sidang Kasus SNI Wire Rope Dirut PT BPI Memanas, JPU Ngotot Pidanakan Terdakwa Santoso Utomo Tjioe

Jumat, 28 Agu 2026 13:03 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 13:03 WIB

 SURABAYA – Garis batas antara sengketa administrasi bisnis dan dugaan tindak pidana menjadi perdebatan dalam sidang kasus standardisasi tali kawat baja (wire r…

Kekuatan Doa, Polda Sulbar Bersama Santri dan Anak Yatim Mohon Keselamatan dari Ancaman Karhutlah

Kekuatan Doa, Polda Sulbar Bersama Santri dan Anak Yatim Mohon Keselamatan dari Ancaman Karhutlah

Jumat, 28 Agu 2026 12:59 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 12:59 WIB

POLDA SULBAR - Di tengah kekhawatiran atas potensi kebakaran yang meluas di musim kemarau berkepanjangan ini, doa perlindungan dari bahaya api dan kemarau …

Kapolda Sulbar Hadiri Rakor di Kantor Gubernur, Sinergi Penuh Hadapi Karhutla dan Tetapkan Langkah Terpadu

Kapolda Sulbar Hadiri Rakor di Kantor Gubernur, Sinergi Penuh Hadapi Karhutla dan Tetapkan Langkah Terpadu

Jumat, 28 Agu 2026 07:43 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 07:43 WIB

Polda Sulbar - Guna memperkuat kesiapsiagaan dan langkah bersama menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi…

UPPKA Kenjeran Unjuk Produk, Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi 10 Tahun Pendampingan UPN Veteran Jatim

UPPKA Kenjeran Unjuk Produk, Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi 10 Tahun Pendampingan UPN Veteran Jatim

Jumat, 28 Agu 2026 07:21 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 07:21 WIB

SURABAYA- Sebanyak 10 kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Kecamatan Kenjeran memamerkan produk hasil pendampingan UPN “Veteran” Jaw…

Polda Sulbar: Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Polda Sulbar: Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 28 Agu 2026 06:15 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 06:15 WIB

Polda Sulbar - Kepolisian daerah Sulawesi barat mengimbau para orang tua untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anaknya, khususnya agar…