BACASAJA.ID- Bareskrim Polri telah menerima hasil autopsi terhadap enam jenazah enam anggota Front Pembela Islam (FPI), yang juga pengikut Habib Rizieq Shihab (HRS). Hasilnya, dokter forensik bedah mayat menemukan 18 luka tembak pada jasad mereka.
Ke-6 anggota FPI itu tewas ditembak aparat Polda Metro Jaya di Tol Jakarta Cikampek KM 50, Senin (7/12/2020) dini hari. "Menurut hasil otopsi oleh dokter forensik bedah mayat, menyatakan secara umum ada 18 luka tembak," ujar Direktur Tindak Pidana Umun (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian R Djajadi dikutip Sabtu (19/12/2022).
Andi mebantah mengenai adanya bekas luka lain di jasad tersebut. Menurutnya, tidak ditemukan bekas luka kekerasan di tubuh enam anggota FPI itu. "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh seluruh jenazah," tandasnya.
Sementara itu, pihak FPI mengklaim ada lebih banyak luka tembak. "Dari jenazah yang kita lihat lebih dari 18 tembakan," ujar Jubir FPI Slamet Ma'arif.
Slamet tidak menjelaskan detail berapa temuan luka tembak di jenazah laskar. Selain itu, Slamet menanggapi terkait hasil autopsi Polri pada jenazah yang disebutkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Pihaknya masih menunggu hasil investigasi Komnas HAM."Kita lihat hasil Komnas HAM nanti," ungkapnya.
Enam anggota Laskar FPI tewas ditembak petugas Polda Metro Jaya di Tol Japek, Senin (7/12/2020). Tindakan tegas dan terukur itu dilakukan karena mereka disebut menyerang petugas dengan senjata api dan senjata tajam. Enam Laskar FPI itu semula mengawal Habib Rizieq Shihab.
Menurut polisi, di Tol Japek mereka memepet kendaraan polisi dan menyerang sehingga membahayakan nyawa petugas. Tidak ada rekaman mengenai insiden baku tembak tersebut. Sebanyak 23 CCTV di Km 49-72 Tol Japek mati ketika peristiwa itu terjadi. Kejanggalan ini lah yang juga diselidiki Komnas HAM. (net)
Editor : Redaksi