Pelanggar Operasi Yustisi di Tulungagung Meningkat, Ini Sebabnya

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Operasi Yustisi yang digelar untuk menindak warga yang tidak patuh protokol kesehatan.
Operasi Yustisi yang digelar untuk menindak warga yang tidak patuh protokol kesehatan.

i

BACASAJA.ID. Jumlah pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Tulungagung alami peningkatan dalam 2 bulan terakhir ini.

Peningkatan ini disebabkan banyak warga yang menganggap Tulungagung sudah terbebas dari pandemi, berdasarkan assesment dari Kementerian Kesehatan RI.

Padahal sejak September 2021, Tulungagung berada di level 3 PPKM.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Tulungagung melalui Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati (Perda dan Perbup), Artista Nindya Putra menjelaskan peningkatan ini hingga mencapai puluhan orang per hari.

"Jika normalnya 2,3,5 atau bahkan 0, pada September-Oktober bisa mencapai 20 orang," jelasnya, Senin (8/11/21).

Sebenarnya masyarakat sudah patuh dalam menerapkan prokes. Namun mereka salah mengartikan assessment dari Kementerian Kesehatan sebagai dasar penentuan level PPKM.

Dalam Assessment Kementerian Kesehatan, Tulungagung berada di level 1, namun berdasarkan penilaian dari Kementerian Dalam Negeri, Tulungagung masih berada di level 3 PPKM.

Assessment Kementerian Kesehatan merupakan salah satu syarat untuk menurunkan level PPKM.

"Mereka menganggap Tulungagung sudah level 1, sudah vaksin 2 kali dan menganggap pandemi sudah berakhir," terangnya.

Untuk kembali membuat masyarakat kembali mematuhi prokes, pihaknya meningkatkan jumlah operasi yustisi. Jika sebelumnya 2 kali dalam seminggu, operasi yustisi ditingkatkan 4 kali dalam seminggu.

"Kita fullkan lagi, 4 hari dalam seminggu, wilayahnya sampai pinggiran kota," jelasnya.

Disinggung wilayah dengan potensi pelanggaran prokes, pria yang akrab disapa Genot itu jelaskan berada di wilayah pinggiran, terutama wilayah dengan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani.

"Sering keluar rumah menuju ke sawah, tapi tidak menggunakan masker," pungkasnya. (JP/t.ag/RG4)

Berita Terbaru

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

POLDA SULBAR - Sorotan lampu biru kendaraan patroli Polantas Polda Sulbar kembali menyisir ruas jalan Kota Mamuju, Sabtu (5/9/26) malam. Dalam program rutin…

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…