11 Sekolah di Surabaya Sabet Penghargaan Adiwiyata Provinsi, Satu Pesantren Diganjar Eco Pesantren

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat menyerahkan penghargaan Sekolah Adiwiyata dan juga Eco Pesantren dari Pemprov Jatim.
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat menyerahkan penghargaan Sekolah Adiwiyata dan juga Eco Pesantren dari Pemprov Jatim.

i

BACASAJA.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar penganugerahan Sekolah Adiwiyata Provinsi dan Eco Pesantren tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tingkat provinsi itu diserahkan oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan didampingi oleh Asisten 2 Pemkot Surabaya Ikhsan dan juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Suharto Wardoyo.

Dalam penganugerahan tersebut, sebanyak 11 sekolah diganjar penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi dan satu pesantren diganjar penghargaan Eco Pesantren tingkat Jawa Timur.

Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 288 sekolah di Kota Surabaya yang meraih penghargaan Adiwiyata, baik Adiwiyata tingkat kota, provinsi, nasional dan juga Adiwiyata tingkat mandiri.

“Dari 288 sekolah itu, ada sebanyak 21 sekolah yang meraih Adiwiyata tingkat kota, 30 sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, 18 sekolah Adiwiyata tingkat nasional, dan 29 sekolah Adiwiyata tingkat mandiri,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Suharto Wardoyo dikutip Minggu (26/12/2021).

Menurutnya, untuk tahun 2021 ini, ada sebanyak 11 sekolah yang telah lolos verifikasi administrasi dan lapangan sebagai sekolah Adiwiyata provinsi yang berasal dari Kota Surabaya. Adapun 11 sekolah itu adalah SDN Asemrowo, SDN Banjarsugihan 2, SDN Banjarsugihan 5, SDN Ngagelrejo 1, SDN Pagesangan, SDN Wonokusumo 5, SMPN 2, SMPN 22, SMPN 40, SMPN 49, dan SMPN 54.

“11 sekolah ini sudah termasuk ke dalam 288 sekolah yang meraih Adiwiyata hingga tahun 2021 ini,” tegasnya.

Selain itu, Suharto Wardoyo juga menjelaskan bahwa program penghargaan lingkungan lainnya yang digagas oleh Pemprov Jatim adalah Eco Pesantren. Ini adalah penghargaan kepada institusi pendidikan Islam yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan hidup dan melakukan aktivitas-aktivitas untuk pelestarian dan perlindungan sumber daya alam dan lingkungan hidup.

“Kriteria Eco Pesantren itu meliputi kebijakan ramah lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan berbasis tadabur alam, pengembangan sarana dan prasarana pendukung pondok pesantren, peningkatan kapasitas komunitas pondok pesantren, produk dan jasa ramah lingkungan, serta kegiatan ramah lingkungan di pondok pesantren,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyampaikan selamat kepada sekolah-sekolah yang berhasil mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata dan juga Eco Pesantren dari Pemprov Jatim. Menurutnya, program semacam ini harus terus dilestarikan dan dikembangkan ke depannya.

“Tujuannya supaya lingkungan kita selalu sehat, kalau lingkungan sehat maka tidak akan tercemar polusi,” kata Wawali Armuji.

Ia juga meminta para tenaga pendidik di Kota Surabaya untuk mengenalkan lingkungan yang bersih dan sehat kepada anak didiknya. Sebab, itu yang paling utama dalam mendukung sekolah ramah lingkungan.

“Bahkan dulu zaman saya masih sekolah, untuk mengurangi polusi pakai sepeda (pancal) ke sekolah, sekarang anak-anak sudah agak jarang naik sepeda,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mendorong pihak sekolah untuk membiasakan tanaman hidroponik di sekolahnya. Sebab, cara itu tidak banyak memakan lahan. Hal itu sudah dibuktikannya di pekarangan rumahnya yang banyak menggunakan hidroponik maupun tabulampot.

“Sekolah-sekolah juga harus membiasakan seperti itu,” pungkasnya. (PMK/RG4)

Berita Terbaru

Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Anak-anak Lidah Wetan Ajak Lestarikan Tradisi dan Budaya Lewat Teater Sembrani Bumi Nusantara

Kamis, 08 Okt 2026 01:03 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 01:03 WIB

Surabaya - Layar handphone (HP) boleh semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, jangan sampai kemajuan teknologi membuat generasi muda lupa dengan…

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Warga Jepara Surabaya Serbu Beras SPHP dan Minyakita di Gerakan Pangan Murah

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:08 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai RW 6 Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Surabaya pada Rabu …

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Anak Muda Kedungdoro Surabaya Sulap Dana Gen Z Jadi Bisnis Parfum dan Deodoran

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:01 WIB

SURABAYA - Bantuan modal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dimanfaatkan anak-anak muda di Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya untuk …

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

MK Serahkan Persoalan Ijazah Setara SMA Gibran ke Lembaga Lain

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:10 WIB

JAKARTA- Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak menemukan bukti ijazah setara SMA Gibran saat mendaftar sebagai wakil presiden pada Pilpres 2024. Meski demikian,…

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Putusan MK: Gibran Tidak Miliki Bukti Ijazah SMA atau Sederajat

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 14:07 WIB

JAKARTA– Mahkamah Konstitusi tidak menemukan atau mendapatkan bukti meyakinkan yang dapat menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma …

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Warga Baratajaya Minta SMP Negeri, Ajeng Wira Wati Dorong Pemkot Lakukan Kajian

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 09:43 WIB

SURABAYA – Warga Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya, mengusulkan pembangunan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di wilayah mereka. Aspirasi t…