Cangkruk di Warkop, Wali Kota Eri Bantu dan Berdayakan Nelayan Nambangan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menyambangi warga kampung nelayan Nambangan Perak.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menyambangi warga kampung nelayan Nambangan Perak.

i

BACASAJA.ID - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sambangi warga kampung nelayan Nambangan Perak, di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak Surabaya.

Di perkampungan padat penduduk itu, Wali Kota Eri duduk di sebuah warung kopi (warkop) berdiskusi sekaligus mendengarkan keluh kesah warganya.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri itu juga sempat meninjau perbaikan rumah warga yang atapnya rusak akibat diterjang angin kencang serta hujan. Rumah itu, diantaranya adalah milik Iis dan Zainul Abidin yang keduannya merupakan warga Jalan Nambangan Perak.

Setelah meninjau perbaikan rumah warga kampung nelayan Nambangan yang atapnya ambruk, Cak Eri melanjutkan berdiskusi dengan camat dan lurah setempat.

Saat itu, ia membicarakan kesejahteraan warga di kawasan pesisir Nambangan, mulai soal subsidi solar, pemberdayaan istri nelayan dan bantuan perahu untuk nelayan.

“Ayo pak lurah, pak camat didata siapa saja yang profesinya sebagai nelayan. Yang punya perahu berapa, yang nggak punya perahu berapa orang. Itu didata,” kata Cak Eri dikutip Jumat (31/12/2021).

Cak Eri mengatakan, pendataan tersebut penting, agar warga yang mendapatkan intervensi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tepat sasaran. Di tahun 2022, dia menjelaskan, fokus pada pemulihan ekonomi dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Pahlawan.

“Jangan sampai nanti subsidinya itu keliru. Kesejahteraannya nelayan harus jadi satu, maka dari itu, ini tugasnya Pak Lurah dan Pak Camat menyatukan datanya biar tepat sasaran. Di tahun 2022 nelayan Nambangan kudu (harus) makmur,” ujarnya.

Sementara itu, warga Kampung Nelayan Nambangan, Sukron menyambut baik rencana Wali Kota Eri Cahyadi memakmurkan nelayan Nambangan. Oleh karena itu, ia bersama komunitas nelayan setempat akan berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk mendata ulang warga Nambangan Perak yang berprofesi sebagai nelayan.

Ia berharap, nantinya bantuan yang akan diberikan oleh Pemkot Surabaya kepada warga Nambangan Perak, bisa tepat sasaran. Saat ini, lanjut Sukron, yang paling dibutuhkan oleh nelayan Nambangan Perak adalah bahan bakar minyak (BBM) solar untuk melaut.

“Pak Wali tadi juga bilang nantinya ada bantuan untuk MBR. Beliau bilang, asalkan datanya valid. Selain itu, tadi Pak Wali juga bilang akan ada bantuan perahu juga, tapi masih menyusul,” ucap Sukron.

Bukan itu saja, Sukron dan rekan seprofesinya tak lupa menyampaikan usulan agar nelayan Nambangan dibuatkan tanggul pemecah ombak. Menurutnya, hal itu penting agar perahu nelayan aman ketika terjadi angin kencang atau gelombang tinggi. “Itu yang kami harapkan, karena bencana kan terjadi setiap tahun. Agar tidak ada lagi perahu yang rusak ataupun tenggelam karena cuaca buruk,” harapnya.

Disamping itu, Zainul warga Nambangan Perak Gang 6/12 yang atap rumahnya ambruk diterjang angin kencang serta hujan mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkot Surabaya, telah bergerak cepat memberikan bantuan. “Alhamdulillah sudah diperbaiki, sekarang tertutup atapnya. Kemarin juga ada bantuan sembako dari pemkot,” pungkasnya. (PMK/RG4)

Berita Terbaru

KPK Sambut Positif Putusan Pengadilan Singapura, Ekstradisi Paulus Tannos Segera

KPK Sambut Positif Putusan Pengadilan Singapura, Ekstradisi Paulus Tannos Segera

Jumat, 05 Jun 2026 13:14 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 13:14 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut positif putusan Pengadilan Tinggi Singapura yang menolak permohonan tersangka korupsi E-KTP, Paulus T…

Komitmen Nyata Pemkot Surabaya: Wujudkan Kota Layak Anak Lewat Sistem Perlindungan yang Responsif dan Humanis

Komitmen Nyata Pemkot Surabaya: Wujudkan Kota Layak Anak Lewat Sistem Perlindungan yang Responsif dan Humanis

Jumat, 05 Jun 2026 13:09 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 13:09 WIB

SURABAYA- Predikat Kota Layak Anak (KLA) yang disandang Kota Surabaya bukan sekadar piagam penghargaan administratif. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya,…

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

KPK: Silmy Karim dkk Lakukan Pemerasaan Izin Tinggal WNA Capai Rp145,5 Miliar

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:19 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, sebagai tersangka. Silmy ditetapkan t…

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Dugaan TPPO di Surabaya, Gion Spa Masih Bungkam, Wartawan Hanya Ditemui Satpam

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

Jumat, 05 Jun 2026 07:06 WIB

SURABAYA – Di tengah sorotan publik atas dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak yang menyeret sebuah spa di kawasan Jalan HR M…

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

DPRD Surabaya Soroti Polemik Lahan Padel Golden City, Investasi dan Aset Daerah Diminta Sama-sama Terlindungi

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 21:48 WIB

SURABAYA – Polemik proyek lapangan padel di kawasan Golden City (Goci) Surabaya menjadi perhatian DPRD Surabaya setelah muncul dugaan sebagian lahan yang d…

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

PROYEK MARGOREJO DISOROT TAJAM: Pekerjaan Yang Amburadul, Hingga "Buta-Tulinya" Para Birokrat serta APH

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 19:53 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id- Proyek saluran U-Ditch di Jalan Margorejo kini berubah menjadi bom waktu. Alih-alih menyembuhkan banjir, proyek miliaran rupiah ini…