Produksi Pepsodent Palsu, Polisi Ringkus Dua Pelaku

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kanit Reskrim tunjukan barang bukti dan dua pelakunya.
Kanit Reskrim tunjukan barang bukti dan dua pelakunya.

i

BACASAJA.ID - Unit Reskrim Polsek Tenggilis membongkar produksi pasta gigi merek Pepsodent.

Dari kasus itu, polisi meringkus pembuat pasta gigi palsu bernama M Sahri (22) warga Tulangan, Sidoarjo dan penjual pasta gigi berinisial NF (41) Warga Jalan Pacar Kembang, Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Tenggilis, Ipda Deddie Setiawan mengatakan terbongkarnya produksi Pepsodent itu setelah polisi mendapat informasi adanya peredaran pasta gigi palsu di wilayah Kendang Sari.

Dari informasi itu, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap NF yang menjadi distributor pasta gigi.

"NF ini perannya menjadi distributor, ia menitipkan kepada sales umum dan disebar ke toko-toko wilayah Kendang Sari seharga Rp 2500, yang pada umumnya pasta gigi merek ini dijual Rp 4000," kata Ipda Deddie, Rabu (12/1/2022).

Dari situ, lanjut Deddie, polisi melakukan pengembangan dan menangkap M Sahri yang berperan memproduksi pasta gigi palsu.

Dalam memproduksi pasta gigi, Sahri tak sendirian. Ia bersama pelaku lainnya Josep yang masih DPO (daftar pencarian orang).

"Kami masih memburu pelaku lainnya berinisial JS yang merupakan otak dari pembuatan pasta gigi palsu ini," tambah Deddie.

Deddie menambahkan, aksi para pelaku ini sudah berjalan selama dua bulan. Dalam dua minggu, para pelaku bisa memproduksi sebanyak 5 karton yang masing-masing berisi 12 pack, setiap pack berisi 12 pcs pasta gigi.

"Selama ini mereka menjual ke toko-toko agar tidak ketahuan kalau pasta gigi palsu. Tentunya ini sangat bahaya, karena ada bahan-bahan yang tidak sesuai," tambah Deddie.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti bahan pembuatan pasta gigi palsu berupa 2 karung berisi tepung (bahan pembuatan pasta yang diduga palsu), 1 kantong plastik transparan berisi cairan busa, dan 1 kantong plastik transparan berisi bubuk pemutih.

Lalu ada 1 buah botol yang setengahnya berisi cairan perasa Mint, 1 buah Spet, 1 sak, yang setengahnya berisi tube kemasan Pepsodent ukuran 190 gram dan 75 gram, dan 1 karton berisi bungkus/kotak kemasan pepsodent ukuran 190 gram.

Kemudian ada 1 karton berisi bungkus/kotak kemasan pepsodant ukuran 75 gram, 1 sak, yang setengahnya berisi tutup tube kemasan, 1 lem tembak listrik, 5 roll plastik packing, lakban/isolasi segel Unilever warna kuning, 2 unit mesin pres, 7 karton berisi pasta gigi Pepsodent yang diduga palsu.

"Setelah kita dapatkan barangnya dan memang agak buram dan tipis. Produksinya, 6 sampai 7 kali, dalam 2 bulan dan sudah membuat ratusan buah pasta gigi palsu," pungkas Kanit Reskrim.

Sementara, pelaku Sahri mengakui jika dia yang membuat pasta gigi palsu itu dan tersangka lainnya sebagai penjual dan setiap kali bikin pasta gigi hingga 3 karton.

"Yang ngajari ya JHN (DPO) itu. Jualnya Rp 2500 perbuah," jelas pelaku.

Kedua tersangka yang ditangkap itu kini mendekam dalam penjara di Polsek Tenggilis Mejoyo. Polisi masih memburu pelaku lain yang terlibat dalam pemalsuan pasta gigi bermerk ini. (Jem/RG4) 

Berita Terbaru

Kapolda Sulbar Sidak SPBU di Mamuju: Penyalahgunaan BBM Subsidi Akan Ditindak, Termasuk Jika Melibatkan Polisi

Kapolda Sulbar Sidak SPBU di Mamuju: Penyalahgunaan BBM Subsidi Akan Ditindak, Termasuk Jika Melibatkan Polisi

Selasa, 20 Okt 2026 07:45 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 07:45 WIB

MAMUJU — Kapolda Sulawesi Barat turun langsung melakukan inspeksi mendadak di SPBU Pertamina di Mamuju untuk mencari akar persoalan penyaluran bahan bakar m…

Pertama Kali Mendalang, PB XIV Hidupkan Kembali Pusaka Wayang Pakubuwono IV di Karaton Surakarta

Pertama Kali Mendalang, PB XIV Hidupkan Kembali Pusaka Wayang Pakubuwono IV di Karaton Surakarta

Selasa, 20 Okt 2026 06:19 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 06:19 WIB

SOLO - Sebuah momen istimewa mewarnai pagelaran Ringgitan Anggara Kasih di Karaton Surakarta Hadiningrat, Senin malam (19/10/2026). Sri Susuhunan Pakubuwana…

Sambut Hari Santri 2026, Fatayat NU Surabaya Ajak 100 Pelajar Napak Tilas Resolusi Jihad

Sambut Hari Santri 2026, Fatayat NU Surabaya Ajak 100 Pelajar Napak Tilas Resolusi Jihad

Selasa, 20 Okt 2026 06:15 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 06:15 WIB

SURABAYA – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya menggelar kegiatan Heritage Walk: Resolusi Jihad pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan y…

Diperkirakan 33 Tahun Tak Dipentaskan, Wayang Pusaka Pakubuwono IV Kembali Dihidupkan

Diperkirakan 33 Tahun Tak Dipentaskan, Wayang Pusaka Pakubuwono IV Kembali Dihidupkan

Selasa, 20 Okt 2026 06:03 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 06:03 WIB

PB XIV memainkan wayang pusaka Kanjeng Kiai Jimat peninggalan Pakubuwono IV dalam Ringgitan Anggara Kasih di Karaton Surakarta.…

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Siap Mengawal Aspirasi dan Tangani Karhutla, Kapolda Sulbar Cek Langsung Kesiapan Personel dan Sarpras

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:57 WIB

POLDA SULBAR- Kesiapan melindungi masyarakat dimulai dari personel yang terlatih dan peralatan yang siap digunakan. Semangat tersebut mendasari pengecekan…

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Hadir Saat Warga Membutuhkan, Kapolda Sulbar Pastikan Kesiapan Pelayanan di Polresta Mamuju

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:55 WIB

MAMUJU – Setiap warga yang datang ke kantor polisi membawa harapan untuk didengar, dibantu, dan mendapatkan perlindungan. Harapan itulah yang menjadi semangat k…