Azhar Kahfi Sesalkan Pesta Seks Gay di Surabaya, Minta Aparat dan Hotel Lebih Ketat Awasi Tamu

Reporter : Redaksi
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Azhar Kahfi

SURABAYA, Bacasaja.id – Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Azhar Kahfi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya pesta seks sesama jenis di salah satu hotel kawasan Ngagel, Surabaya, pada Minggu (19/10/2025) dini hari. Kejadian tersebut dinilainya sangat disayangkan dan mencoreng citra Surabaya sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan kesopanan.

“Kejadian pesta gay tersebut sangat disayangkan. Mengapa hal seperti itu bisa terjadi di Surabaya,” ujar Azhar Kahfi, Selasa (21/10/2025).

Baca juga: DPRD: Jangan Cuma JLLT dan JLLB, Pemkot Perlu Bangun RSUD di Surabaya Selatan dan Utara

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, Surabaya merupakan kota yang beradab dan memiliki karakter kuat dalam menjaga nilai-nilai sosial serta budaya ketimuran. Oleh karena itu, ia menilai peristiwa seperti ini menjadi tamparan bagi semua pihak, terutama aparat penegak hukum, agar lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial.

“Khususnya kepada pihak berwajib agar lebih ketat dalam pengawasan terhadap kelompok (gay) di Surabaya,” katanya. “Ini bukan hanya soal moralitas, tapi juga bagaimana kita menjaga ketertiban umum dan nama baik kota ini.”

Azhar juga menyoroti lemahnya pengawasan pihak hotel yang menjadi lokasi pesta tersebut. Ia menilai manajemen hotel memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan tempat usaha mereka tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang melanggar hukum maupun norma sosial.

“Pihak hotel harus selektif dan waspada terhadap pengunjung atau tamu. Kalau pengawasan minim, kejadian serupa bisa terulang,” ujarnya.

Menurutnya, kasus yang terjadi di Hotel Midtown bisa menjadi peringatan serius bagi seluruh pengelola hotel di Surabaya. Manajemen hotel diminta tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga turut menjaga citra kota dengan memastikan tempat mereka tidak digunakan untuk aktivitas yang meresahkan masyarakat.

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti SPMB SMA/SMK yang Masih Bebani Warga Miskin

Selain menyoroti pihak hotel, Azhar juga mempertanyakan hasil penyelidikan kepolisian terkait identitas para pelaku. Ia meminta agar aparat segera mengungkap apakah para peserta pesta tersebut berasal dari Surabaya atau luar kota.

“Apakah itu kelompok gay asli dari Surabaya atau bukan? Kalau memang dari Surabaya, perlu ada pengawasan agar bibit-bibit kelompok gay tidak tumbuh di sini,” tegasnya.

Azhar juga menegaskan bahwa penindakan terhadap kasus seperti ini bukan menjadi tugas Satpol PP, melainkan kepolisian, karena terdapat unsur pidana dalam peristiwanya.

Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Pastikan Kuota SPMB 2026 Cukup

“Penindakan seperti ini jelas bukan tupoksi Satpol PP, tetapi ranah kepolisian, karena ada unsur pidananya,” ujarnya.

Lebih jauh, Azhar berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan sosial. Menurutnya, Surabaya harus dijaga agar tetap menjadi kota yang bermartabat, aman, dan tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi.

“Ini bukan hanya soal perilaku individu, tapi soal bagaimana kita bersama menjaga moralitas dan nilai sosial di Surabaya. Kota ini punya sejarah dan karakter yang kuat, jangan sampai ternoda oleh perilaku menyimpang,” pungkas Azhar Kahfi. (dims)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru