JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Riau, Senin (3/11/2025). Gubernur Riau Abdul Wahid dikabarkan turut terjaring dalam OTT tersebut. Namun, hingga kini belum diketahui kasus apa yang menjadi dasar penangkapan itu.
Selain Gubernur Riau, KPK juga melakukan OTT di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+ Kompas.com mencoba menghubungi Abdul Wahid melalui sambungan telepon, namun panggilan tidak tersambung. Pesan WhatsApp yang dikirim juga hanya berstatus ceklis satu atau sudah tidak aktif.
Baca juga: OTT Bupati Tulungagung, KPK Sebut Terrkait Dugaan Pemerasan
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Riau, Teza Darsa, mengaku belum mengetahui secara pasti ihwal penangkapan Gubernur Abdul Wahid.
"Kami belum tahu yang sebenarnya. Memang, kami dapat informasi beliau cuma dimintai keterangan," kata Teza saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Senin malam
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa Abdul Wahid menjadi salah satu orang yang diamankan dalam OTT di Riau
Salah satunya (Gubernur Riau Abdul Wahid),” ujar Fitroh kepada Kompas.com. Namun, Fitroh belum mengungkap secara detail kasus yang melatarbelakangi operasi senyap tersebut.
Sementara itu, juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pihaknya menangkap sepuluh orang dalam OTT tersebut.
Baca juga: KPK Amankan 16 Orang di Jatim, termasuk Bupati Tulungagung
“Benar, ada kegiatan tangkap tangan yang KPK lakukan di wilayah Provinsi Riau. Saat ini, atau sampai dengan saat ini, ada sekitar sejumlah sepuluh orang yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan,” katanya.
Menurut Budi, tim KPK masih berada di lapangan dan terus berprogres. “Tim masih di lapangan dan masih terus berprogres, jadi nanti kami akan terus update perkembangannya,” ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau, Teza Darsa, mengatakan bahwa Pemprov Riau akan bekerja sama dengan KPK terkait kegiatan pemerintah di wilayahnya.
Baca juga: KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Tulungagung
"Kami akan bekerjasama dengan baik dengan KPK kalau ada kegiatan pemerintah," tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kasus apa yang menjadi fokus KPK dalam OTT di Riau. Abdul Wahid lahir pada 21 November 1980 di Desa Belaras (kini Desa Cahaya Baru, Dusun Anak Peria, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau).
Ia menempuh pendidikan dasar hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Simbar, kemudian bersekolah di MAN 1 Tembilahan sebelum melanjutkan ke Pesantren Ashabul Yamin di Lasi Tuo, Sumatera Barat, dan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. (sumber: kompas.com)
Editor : Redaksi