SURABAYA — Polemik lahan Eigendom Verponding (EV) 1278 dan 1305 di Surabaya memasuki fase krusial setelah pertemuan resmi antara Kementerian ATR/BPN, Pertamina, DPR RI, dan perwakilan masyarakat digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/11). Pertemuan ini menjadi titik balik penting bagi warga Surabaya yang selama bertahun-tahun memperjuangkan kepastian hak atas tanah mereka.
Pertemuan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dr. Dalu Agung Darmawan, yang menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian konflik agraria. “Ini adalah kewajiban negara untuk menghadirkan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Dukung Penolakan Warga Barata Jaya, DPRD Surabaya Desak Audit Izin Toko Miras Spiritshaus
Dalam forum tersebut, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyatakan komitmen tegas bahwa Pertamina siap mengembalikan hak-hak warga terkait lahan berstatus EV dan membuka seluruh dokumen administratif untuk diproses bersama ATR/BPN, DPR, serta kementerian terkait.
“Pertamina membuka penuh dokumen administrasi dan siap berkolaborasi untuk memastikan hak warga kembali. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Perjuangan Josiah Michael Berbuah Titik Terang
Di tingkat daerah, Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya, Josiah Michael, dikenal sebagai salah satu legislator yang konsisten mengawal kasus EV 1278 dan 1305. Ia melakukan penelusuran arsip, advokasi kepada warga, serta koordinasi lintas instansi untuk mendorong percepatan penyelesaian.
Baca juga: Warga Barata Jaya Surabaya Tolak Toko Miras Spiritshaus, Ancam Gelar Aksi Demo
Josiah menyebut pertemuan di Senayan yang membuahkan titik terang ini merupakan hasil dari dorongan panjang dan kerja kolaboratif mulai dari masyarakat, DPRD Surabaya, pemerintah kota, pemerintah provinsi, hingga DPR RI. Menurutnya, buah perjuangan bersama ini akhirnya memberikan jawaban konkret setelah sekian lama warga hidup dalam ketidakpastian hukum.
Ditambahkan Josiah, koordinasi yang selama ini dilakukan bukan sekadar advokasi politik, tetapi bentuk komitmen moral agar negara tidak lagi abai terhadap persoalan agraria yang menyangkut kepastian hidup warga.
“Warga sudah terlalu lama menunggu. Kini ada jawaban konkret, dan kami pastikan ini tidak berhenti hanya pada pertemuan. Tindak lanjutnya harus cepat dan berpihak pada warga,” tegasnya.
Harapan Baru bagi Warga Surabaya
Perwakilan warga yang hadir dalam pertemuan Senayan menyambut positif sikap tegas pemerintah dan Pertamina. Mereka menilai langkah tersebut membuka jalan penyelesaian yang selama ini mandek. Warga berharap proses tindak lanjut berlangsung cepat, transparan, dan tidak kembali mengendap seperti puluhan tahun terakhir.
Dengan dukungan lintas lembaga di tingkat pusat serta keberpihakan para wakil rakyat di daerah seperti Josiah Michael, penyelesaian sengketa EV 1278 dan 1305 kini memiliki harapan nyata. Babak baru ini diharapkan benar-benar menjadi titik terang bagi ribuan warga Surabaya yang selama ini menanti kepastian hak atas tanah mereka. (dims)
Editor : Redaksi