PROBOLINGGO — Sejak dimulai beberapa bulan lalu, Sekolah Rakyat Terintegrasi 07 Probolinggo rupanya langsung melahirkan sejumlah prestasi yang diraih oleh siswa-siswinya.
Hal itu, terjadi pada kegiatan Festival Kaligrafi dan Hadrah Siswa Sekolah Rakyat 2025 di Kota Batu Senin, 15 Desember 2025.
Baca juga: Kronologi Mobil Anggota DPR RI Tabrak Truk di Tol Pasuruan-Probolinggo, Dua Staf Ahli Tewas
Ialah Auliatuz Zakiyyah, siswi kelas 10 A itu mampu meraih juara 1 pada Festival Kaligrafi yang mampu menyisihkan para peserta dari siswa-siswi sekolah rakyat lainnya.
Raihan prestasi oleh siswi dari orang tua Lukman Hakim dan Dina Nurussoba itu, dibenarkan oleh Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 07 Probolinggo, Susilowati.
"Alhamdulillah, ananda Auliatuz Zakiyyah mendapatkan juara 1 pada Festival Kaligrafi yang digelar di wilayah PPK3,"ujar Susilowati.
Ia menegaskan, prestasi yang diraih Zakiyyah merupakan proses panjang yang telah dilalui. Yakni, mulai dari latihan intens, bahkan Zakiyyah juga merupakan hafidzah yang hafal Al Qur'an hingga juz ke-20.
"Prestasi ini juga hasil upaya bersama oleh semua tendik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 07 Probolinggo mulai dari Guru, Wali Asuh, Wali Asrama dan semua yang ada,"tambahnya.
Selain juara kaligrafi, dalam festival tersebut Sekolah Rakyat Terintegrasi 07 Probolinggo juga mendelegasikan sejumlah murid untuk perlombaan lainnya.
Yaitu, lomba paduan suara, hadrah hingga menyanyi solo untuk putra dan putri.
"Harapannya siswa yang lain juga bisa menyusul untuk mendapatkan prestasi yang sama pada festival tersebut,"pungkasnya.
Sementara itu, Dina Nurussoba ibu Zakiyyah mengaku senang atas prestasi yang diraih anaknya pada festival tersebut.
Baca juga: PC GP Ansor Kota Probolinggo: GMNI Konsisten Jaga Pancasila dan Kebhinekaan di Usia ke-72
"Alhamdulillah sangat senang sekali dengan apa yang diraih anak saya. Tentu ini membanggakan bagi kita semua tidak hanya orang tua tapi juga di Sekolah Rakyat Terintegrasi 07 Probolinggo terima kasih untuk pihak baik guru dan semuanya,"ujarnya.
Sejak kecil, Zakiyyah yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara itu memang punya cita-cita sebagai hafidzah bahkan sempat mondok selama 5 tahun sebelum bersekolah di sekolah rakyat.
"Mudah-mudahan ini menjadi jalan Zakiyyah untuk terus meraih prestasi, ini juga sebagai penyemangat bagi semuanya termasuk di Sekolah Rakyat Terintegrasi 07 Probolinggo,"harapnya.
Editor : Redaksi