Menggali Akar, Merawat Asa: Sendratari Joko Seger Roro Anteng dan Penguatan Budaya Tengger di Kaki Bromo

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Festival Budaya Sendratari Joko Seger Roro Anteng di Lereng Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo
Festival Budaya Sendratari Joko Seger Roro Anteng di Lereng Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo

i

PROBOLINGGO — Senja perlahan tenggelam di balik deretan gunung, menyisakan kabut tipis yang menyelimuti Pendopo Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Namun, pada Sabtu (31/5/2026) lalu itu bukan sekadar malam biasa. Di tengah dinginnya angin dataran tinggi, gemuruh gamelan mulai terdengar, mengiringi langkah para penari yang bersiap mempersembahkan salah satu warisan budaya terbesar dari Suku Tengger: Sendratari Joko Seger Roro Anteng.

Pagelaran seni yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB ini bukan hanya sekadar hiburan.

Ia adalah puncak dari rangkaian panjang penelitian, diskusi, dan kerja kolaboratif yang dilakukan oleh tim peneliti yang diketuai oleh Abdul Basit.

Kegiatan ini dimotori oleh program bergengsi Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Yang membuat malam itu semakin istimewa adalah karena pagelaran ini bertepatan dengan Malam Resepsi Yadnya Kasada 2026 ritual sakral tahunan masyarakat Tengger yang penuh makna spiritual.

Kehadiran Bupati Probolinggo, Wakil Bupati, Pimpinan Balai Layanan Kebudayaan Wilayah Jawa Timur, Sekretaris Daerah, hingga jajaran Forkopimda turut memeriahkan dan sekaligus menegaskan bahwa seni dan tradisi adalah denyut nadi identitas daerah.

Menelusuri Jejak Peradaban yang Lebih Tua dari Majapahit

Sebelum gemerlap panggung sendratari dimulai, tim peneliti telah lebih dulu menyelami lorong-lorong sejarah.

Sepanjang Januari hingga Februari 2026, mereka melakukan penelitian mendalam mengenai pelurusan sejarah budaya Suku Tengger.

Hasilnya mencengangkan, peradaban Tengger ternyata telah ada jauh sebelum Kerajaan Majapahit berdiri. Temuan ini diperkuat oleh studi dokumentasi yang dilakukan di Museum Tengger Probolinggo, di mana sejumlah artefak dan naskah kuno menunjukkan jejak peradaban yang lebih tua dari perkiraan sebelumnya.

“Ini bukan sekadar cerita rakyat. Ini adalah bukti bahwa masyarakat Tengger memiliki akar sejarah yang kuat dan mandiri,” ujar Abdul Basit.

Sebelumnya, pada 15 April 2026, tim peneliti juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pentingnya Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Bagi Warga Negara Muda” di Semeru Hall, Bromo Park Hotel.

Empat narasumber dari berbagai latar belakang akademisi, peneliti, dan pelaku budaya dari Universitas Mataram, Universitas Negeri Semarang, Universitas Panca Marga, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo berbagi pandangan.

Salah satu poin utama yang mengemuka adalah urgensi pelestarian budaya secara berkelanjutan, terutama di tengah derasnya arus teknologi dan digitalisasi. 

Generasi muda di Probolinggo diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam menjaga agar budaya lokal tidak tergerus zaman.

Sendratari yang Lahir dari Pembaruan

Puncak malam itu adalah pertunjukan sendratari Joko Seger Roro Anteng. Namun, kali ini penampilannya terasa istimewa.

Tim penata tari yang terdiri dari Dian Ekawati, S.Pd, Slamet Susandi, S.Pd, Dian Ayu Dewi Anggraini, S.Sn, Septin Vivi Andriani, S.Pd, dan Aprilia Diana Sari, bersama dengan penata artistik Sandi Make Up, penata musik Karvian Vega Alvian, S.Sn, dan editor A. Fauzi Hamzani, S.Sn, menyajikan sinopsis yang telah diperbarui serta aransemen musik yang segar.

Cerita tentang Rara Anteng dan Joko Seger yang melawan batas kasta, lalu menemukan tanah baru di kaki Bromo, tetap menjadi inti.

Namun, penafsiran baru dan sentuhan artistik modern membuatnya terasa lebih hidup, emosional, dan relevan bagi penonton masa kini.

Gamelan pilu, hening, lalu dentingan yang membawa penonton pada momen di mana Kusuma anak ke-25 dengan rela melangkah ke bibir kawah untuk menjadi doa dan benih kehidupan. 

Adegan itu mengguncang rasa haru yang menyeluruh di ruang pertunjukan.

Di hadapan para tamu VIP dan masyarakat lokal Tengger yang mendominasi barisan penonton, para penari dari Sanggar Ayodya Bahuwarna dan Uchawa Gita tampil memukau.

Gerakan demi gerakan seolah membawa penonton menyelami mitos dan realita kehidupan masyarakat Tengger.

Tidak heran, gelak tawa, decak kagum, dan tepuk tangan bergulir sepanjang pertunjukan.

Kegiatan yang berlangsung lancar dan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya ini berhasil mencuri perhatian.

Tak hanya menjadi ajang hiburan, festival ini menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, seni, dan spiritualitas.

Di ujung malam, abu vulkanik yang turun seperti salju kelabu dari kawah Bromo yang kerap menjadi simbol dalam cerita rakyat kembali mengingatkan bahwa dari keheningan dan pengorbanan, lahirlah kehidupan yang baru.

Festival Budaya Sendratari Joko Seger Roro Anteng 2026 bukan sekadar pertunjukan.

Ia adalah pernyataan bahwa budaya bukanlah peninggalan mati, melainkan energi hidup yang harus terus dipupuk, diperbarui, dan diwariskan. 

Dan pada malam itu, di kaki Bromo, denyut itu terasa begitu kuat dan abadi.

Berita Terbaru

PWI Bersama DPRD Gresik Beri Penghargaan Tokoh Inspiratif Lewat Giri Pancasuar Awards 2026

PWI Bersama DPRD Gresik Beri Penghargaan Tokoh Inspiratif Lewat Giri Pancasuar Awards 2026

Rabu, 05 Agu 2026 17:52 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 17:52 WIB

Gresik  – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik bersama DPRD Gresik kembali menggelar Giri Pancasuar Awards (GPA) 2026 sebagai puncak peringatan H…

Terima Kunjungan Keluarga Minang, Kapolda Sulbar: Silaturahmi Erat Perkuat Persaudaraan dan Sinergi Ekonomi

Terima Kunjungan Keluarga Minang, Kapolda Sulbar: Silaturahmi Erat Perkuat Persaudaraan dan Sinergi Ekonomi

Rabu, 05 Agu 2026 15:46 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:46 WIB

SULBAR- Suasana hangat menyelimuti ruang tamu senda saat Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Ikatan…

KPK Sita Uang Dolar Singapura dari Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

KPK Sita Uang Dolar Singapura dari Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Selatan

Rabu, 05 Agu 2026 15:42 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:42 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang SGD8.500 (dolar Singapura) saat menggeledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. Ini dilakukan terkait k…

Tubagus Lukman Apresiasi Ketegasan Eri Cahyadi, Ingatkan Jangan Terlalu Fokus pada Masalah Parkir

Tubagus Lukman Apresiasi Ketegasan Eri Cahyadi, Ingatkan Jangan Terlalu Fokus pada Masalah Parkir

Rabu, 05 Agu 2026 15:40 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:40 WIB

SURABAYA – Langkah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang belakangan ini intens turun langsung ke lapangan untuk menertibkan pedagang kaki lima (PKL), juru parkir …

Gandeng Komunitas Ojol dan Opang, Ditlantas Polda Sulbar Cetak Pelopor Keselamatan Jalan Raya

Gandeng Komunitas Ojol dan Opang, Ditlantas Polda Sulbar Cetak Pelopor Keselamatan Jalan Raya

Rabu, 05 Agu 2026 15:34 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:34 WIB

POLDA SULBAR- Menjadikan mitra pengantar sebagai garda terdepan keselamatan berlalu lintas, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat berkolaborasi dengan PT…

Kapolda Sulbar: Sebelum Memperbaiki Dunia, Bersihkan Dulu Hati Kita

Kapolda Sulbar: Sebelum Memperbaiki Dunia, Bersihkan Dulu Hati Kita

Rabu, 05 Agu 2026 15:30 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:30 WIB

MAMUJU– Pencegahan radikalisme dan intoleransi tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum dan penguatan wawasan kebangsaan. Menurut Kapolda Sulawesi B…