Presiden ke - 5 Republik Indonesia Ibu Megawati Soekarnoputri dan Presiden Ke - 8 Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh kepada Tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Kita ingat pada tahun 2001 - 2004 Ibu menjadi orang yang paling lantang untuk menggaungkan Pendidikan Gratis secara masif ditingkat pendidikan dasar , yang akhirnya bisa dinikmati sebagian besar anak bangsa hingga kini.
Baca juga: Tunggu Hasil Lab, Wali Kota Eri Lakukan Kroscek Pasca Siswa Diduga Keracunan MBG
Bahkan Kepala Daerah , anggota legislatif dan segenap kader PDI Perjuangan tak henti - hentinya diberikan instruksi untuk mengawal terwujudnya pendidikan gratis di berbagai jenjang.
"Niat Suci" itu tidak semata - mata hanya menjalankan amanat Konstitusi melainkan cita - cita pada pendiri Bangsa. Kebijakan pendidikan dengan alokasi anggaran minimal 20 Persen tidak berhenti pada angka , melainkan menggembleng penyelenggara pemerintahan , instansi pendidikan, dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pada era Presiden Ke - 8 Bapak Prabowo Subianto "Niat Suci" itu diteruskan dengan Program "MBG" Makan Bergizi Gratis. Maka sebagai Kader PDI Perjuangan saya mengusulkan sejumlah masukan diantaranya :
1. Transformasi Nama Program dari MBG ke PMB (Program Makanan Bergizi) dinilai tepat selaras dengan "Niat suci" karena APBN didapat dari keringat rakyat sehingga dialokasikan kembali untuk kemakmuran rakyat dibidang pemenuhan gizi anak -anak sekolah.
2. Badan Gizi Nasional dengan anggaran besar bisa memberdayakan Kantin - kantin sekolah / UMKM untuk terlibat dalam menyediakan Program Makan Bergizi sehingga memberikan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan . Sehingga SPPG bertugas menjadi supervisi kualitas makanan disetiap sekolah dengan standart mutu.
Baca juga: BGN: Kabar Balita Meninggal Akibat MBG di Cianjur Tidak Benar
3. Menggunakan Resep "Mustika Rasa" Warisan Kuliner Nusantara , pemenuhan Gizi selaras dengan semangat kedaulatan pangan untuk kedaulatan berpikir sebuah bangsa besar. Kandungan gizi terjamin dengan bahan pangan pokok khas Nusantara.
Kemarin saya menerima surat Instruksi DPP PDI Perjuangan yang melarang anggota atau Kader terlibat mencari keuntungan finansial dalam Program Makan Bergizi Gratis adalah satunya semangat untuk mewujudkan generasi emas.
Sesuai dengan Arahan Bung Karno "Kita Warisi Apinya jangan Abunya ", adalah kata bijak yang mendalam agar dalam menghadapi situasi keruh kita melihat Niat Suci kedua pemimpin itu untuk sama - sama diwujudkan dengan tekad membara.
Kekurangan adalah sebuah keniscayaan , kritik dilayangkan adalah kewajaran dalam alam demokrasi tetapi perlu diingat apa yang menjadi prioritas pembangunan manusia jangan sampai gagal tercapai karena kita hanya sibuk membangun jurang pembeda .lebih baik menjadi jembatan untuk terwujudnya Indonesia Raya Damai Sejahtera.
Baca juga: Proyek MBG, Potensi Markup Belanja BGN, dan Overclaim Kesuksesan Rezim
Saya Apresiasi semangat PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri menjadi partai penyeimbang mengutamakan kepentingan rakyat.
Merdeka !!!
Achmad Hidayat
Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya
Editor : Redaksi