LAMONGAN – Insiden medis darurat menimpa belasan pekerja di kawasan industri Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebanyak 19 karyawan PT Bumi Menara Internusa (BMI) terpaksa dilarikan ke ruang perawatan Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah Lamongan setelah mendadak ambruk yang diduga kuat akibat keracunan massal di area operasional perusahaan.
Pihak kepolisian setempat bergerak cepat merespons peristiwa ini. Kapolsek Deket, AKP Akhmad Khusen, mengonfirmasi bahwa belasan pekerja yang menjadi korban tersebut saat ini sudah ditangani secara intensif oleh tim medis.
Baca juga: Tunggu Hasil Lab, Wali Kota Eri Lakukan Kroscek Pasca Siswa Diduga Keracunan MBG
"Seluruh korban yang berjumlah 19 orang ini berjenis kelamin laki-laki. Saat dievakuasi, mereka mengeluhkan gejala klinis yang sama, yakni rasa mual yang hebat disertai pusing kepala," terang Akhmad Khusen saat memberikan keterangan di Lamongan.
Polisi Buru Penyebab Pasti, Soroti Uap dari Gudang Produksi
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan sementara, petunjuk awal mengarah pada adanya paparan udara luar yang tidak sehat. Para pekerja disinyalir kuat menghirup uap pekat yang bersumber dari dalam gudang produksi pabrik pengolahan hasil perikanan tersebut.
Guna mengusut tuntas peristiwa ini, jajaran Polsek Deket tidak bekerja sendiri. Mereka kini menggandeng Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lamongan untuk melakukan investigasi mendalam di area pabrik.
"Kami masih mendalami kasus ini bersama rekan-rekan Satreskrim. Fokus penyelidikan saat ini adalah mencari tahu kandungan apa yang ada di dalam uap gudang produksi tersebut hingga membuat para pekerja tumbang," tambahnya.
Baca juga: Gadis Cantik Asal Sepanjang Terlantar di Lamongan Diselamatkan Polisi Lamongan
Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan serta memeriksa sejumlah saksi kunci demi memastikan apakah ada unsur kelalaian kerja atau murni kecelakaan teknis.
Pihak RSI Nashrul Ummah: Kondisi Pasien Mulai Stabil
Di sisi lain, manajemen Rumah Sakit Islam Nashrul Ummah Lamongan membenarkan adanya lonjakan pasien masuk dari kalangan pekerja pabrik seafood tersebut. Humas RSI NU Lamongan, Irmayanti, menjelaskan bahwa penanganan medis darurat langsung diberikan sesaat setelah para korban tiba di instalasi rumah sakit.
"Tim medis kami sedang memantau secara ketat kondisi belasan karyawan PT BMI. Kabar baiknya, hasil pemeriksaan laboratorium awal menunjukkan angka yang bagus dan kondisi klinis para pasien terpantau berangsur-angsur membaik," jelas Irmayanti. Meskipun kondisinya mulai stabil, seluruh korban belum diizinkan pulang karena masih harus melewati fase observasi menyeluruh dari dokter spesialis.
Baca juga: 3 Orang Tewas Terpanggang di Kafe Mahkota Lamongan, Bagaimana Bisa Terjadi? Ini Kata Polisi
Terkait dengan pemicu utama keracunan massal ini, Irmayanti menegaskan bahwa otoritas medis masih melakukan evaluasi berkala untuk mendeteksi adanya kontaminasi zat asing di dalam tubuh pasien.
"Kami masih melakukan observasi lanjutan untuk memastikan apakah ada paparan zat kimia tertentu atau indikasi lain," pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan bagi pembaca, PT Bumi Menara Internusa (BMI) merupakan salah satu raksasa industri pengolahan makanan laut (seafood) terkemuka di wilayah Kabupaten Lamongan. Perusahaan ini dikenal memproduksi komoditas perikanan skala besar yang ditujukan untuk menyuplai pasar domestik hingga komoditas ekspor mancanegara dengan serapan ribuan tenaga kerja lokal.
Editor : Redaksi