Surabaya – Games of Society menegaskan komitmennya membangun ekosistem futsal usia muda yang mandiri dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan wondr Futsal Series 2026. Kompetisi futsal pelajar tersebut tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga dirancang sebagai ruang pembinaan karakter dan pengembangan potensi generasi muda di berbagai daerah.
Komitmen tersebut disampaikan CEO Games of Society, Novel Leonardo, saat membuka rangkaian wondr Futsal Series 2026 di Surabaya. Menurutnya, perkembangan Games of Society sejak berdiri pada 2022 tidak terlepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank BNI yang secara konsisten menjadi Naming Rights Partner Official sejak 2024.
"Pada tahun 2022, Games of Society berdiri. Hingga hari ini, kami ada di titik ini sudah pasti datang dari kontribusi banyaknya stakeholders. Salah satu yang paling signifikan adalah wondr by BNI dengan kepercayaan yang luar biasa dari tahun 2024, 2025, hingga 2026 tahun ini menjadi Naming Rights Partner Official Futsal Series," ujar Novel.
Ia menjelaskan, Futsal Series hadir dengan misi membawa nilai-nilai positif kepada generasi muda melalui olahraga. Saat ini, kompetisi tersebut telah menjangkau 40 kota di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, dengan sistem pengelolaan dan komersialisasi yang dijalankan secara profesional.
Novel juga menegaskan bahwa seluruh penyelenggaraan kompetisi dibangun secara mandiri tanpa mengandalkan pendanaan pemerintah.
Baca juga: Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya Capai 99,74 Persen, Kepala Bakom RI Apresiasi Kinerja Pemkot
"Saya dengan bangga mau mengatakan langsung di depan media: hingga detik ini, kami belum pernah menerima dana sepersen pun dari pemerintahan atau negara. Kami murni melakukan komersialisasi dari sponsorship, ticketing offline, dan juga monetisasi privat lainnya," tegasnya.
Menurut Novel, model ekosistem yang dibangun tersebut telah memberikan dampak luas bagi perkembangan futsal pelajar di Indonesia. Selain mampu merangkul ratusan ribu anak muda, kompetisi ini juga berhasil menarik antusiasme masyarakat sebagai penonton.
"Kami yakin nilai yang kami bangun di komunitas sekolah, komunitas para pelajar, dan komunitas anak muda tidak cuma memberikan benefit kepada stakeholders anak muda secara langsung. Di tahun lalu, kami dipercaya oleh 765.000 penonton offline yang langsung datang ke stadion," ungkapnya.
Baca juga: Raperda APBD 2025 Disetujui, Wali Kota Eri Tekankan Skala Prioritas Pembangunan
Lebih dari sekadar mempertemukan dua tim di lapangan, Novel menilai wondr Futsal Series menjadi wadah pembinaan yang melibatkan berbagai elemen pendukung, mulai dari orang tua, guru, kepala sekolah hingga komunitas.
"Futsal Series atau wondr Futsal Series bukan cuma sekadar event organizer tim A melawan tim B. Kami punya banyak narasi dan nilai yang kami bangun: bagaimana peran orang tua, teman-teman, kepala sekolah, dan guru, serta peran stakeholders lainnya di dalam ekosistem kami. Karena anak muda adalah masa depan bangsa," pungkasnya. (rdn)
Editor : Redaksi