Commander Wish Kapolres Mamberamo Tengah: Hadir untuk Melayani, Bersama Menjaga Kedamaian

Reporter : Redaksi
Kapolres Mamberamo Tengah, Kompol Sigit Susanto (Istimewa)

Papua - Kapolres Mamberamo Tengah, Kompol Sigit Susanto menekankan program unggulan Commander Wish "Honai Papeda" sebagai pedoman bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas kepolisian di wilayah hukum.

Penekanan tersebut disampaikan Sigit saat memberikan arahan kepada para pejabat utama, perwira, dan bintara di aula Wira Satya Pradhana  Polres Mamberamo Tengah pada Jumat (14/8/2026).

Sigit meminta seluruh personel mengedepankan kedamaian, pelayanan kepada masyarakat, penyelesaian masalah, serta sinergitas dengan seluruh unsur yang ada di Kabupaten Mamberamo Tengah.

Alumni AKPOL 2009 ini menyampaikan, tugas kepolisian di wilayah pegunungan memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, setiap anggota dituntut mampu memahami kondisi masyarakat dan mengidentifikasi persoalan sejak dini, agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.

"Setiap persoalan harus segera dikomunikasikan dan dicarikan solusi. Jangan menunggu masalah menjadi besar baru mengambil langkah," jelas Sigit 

Menurutnya, filosofi Honai Papeda menggambarkan semangat kebersamaan dan persaudaraan. Honai merupakan tempat berlindung sekaligus ruang berkumpul untuk membicarakan dan menyelesaikan persoalan bersama. Sementara papeda menjadi simbol kebersamaan yang erat dalam kehidupan masyarakat Papua.

Filosofi tersebut diharapkan menjadi pendekatan personel Polri dalam membangun hubungan dengan masyarakat. Anggota pun diminta tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi aktif membangun komunikasi dan menjadi bagian dari penyelesaian berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Dalam Commander Wish tersebut, Sigit juga menekankan pentingnya menghadirkan kasih dan kedamaian dalam setiap pelaksanaan tugas, mengoptimalkan restorative justice, menyelesaikan persoalan secara objektif, serta melaksanakan penegakan hukum secara tegas, terukur dan sesuai prosedur.

Personel juga diminta menghormati kearifan lokal dan adat istiadat, memperkuat soliditas internal, serta meningkatkan sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder.

Peran Bhabinkamtibmas juga mendapat perhatian khusus. Personel yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diminta aktif menjalin komunikasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.

Patroli dialogis serta sambang kepada tokoh-tokoh gereja juga perlu ditingkatkan sebagai langkah pencegahan gangguan kamtibmas.

Sigit menegaskan, komunikasi harus dibangun sebelum konflik terjadi. Dengan demikian, setiap persoalan yang muncul dapat segera diketahui dan diselesaikan melalui pendekatan yang tepat.

Ia meminta seluruh anggota memberikan pelayanan terbaik terhadap setiap pengaduan masyarakat. Setiap kejadian di wilayah Kabupaten Mamberamo Tengah harus direspons secara cepat, profesional dan prosedural.

Di sisi lain, kedisiplinan personel juga menjadi perhatian. Anggota yang mangkir dari tugas diminta ditindaklanjuti oleh Si Propam sesuai ketentuan. Sigit mengingatkan seluruh personel agar tidak terlibat dalam persoalan minuman keras, karena berpotensi menimbulkan berbagai gangguan dan akan ditindak tegas apabila ditemukan pelanggaran.

Melalui Commander Wish "Honai Papeda", Sigit berharap seluruh personel mampu menjalankan tugas dengan mengedepankan kebersamaan, kedisiplinan, komunikasi dan pendekatan persaudaraan.

Arahan tersebut ditutup dengan pesan "berangkat bersama, kembali bersama", sebagai pengingat kepada seluruh anggota agar senantiasa menjaga soliditas, keselamatan dan kebersamaan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru