BANYUWANGI – Semangat berdiri di atas kaki sendiri menjadi pesan utama dalam Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi, Minggu (20/9/2026). Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Eri Cahyadi mengajak peserta memaknai olahraga bukan sekadar menjaga kebugaran, tetapi juga membangun kemandirian, ketahanan mental, dan keberanian untuk terus bergerak maju.
Eri mengingatkan kembali pesan Bung Karno tentang pentingnya berlari dengan kaki sendiri. Menurutnya, semangat tersebut relevan bagi generasi saat ini agar tidak mudah bergantung kepada orang lain dan berani menentukan langkahnya sendiri.
“Bung Karno pernah mengingatkan kita bahwa kita berlari dengan kaki sendiri. Ini harus menjadi pegangan kita bahwa kita harus mampu berdiri dengan kaki sendiri, tidak mudah bergantung kepada orang lain, dan terus memiliki semangat untuk bergerak maju,” tegas Eri.
Menurut Eri, olahraga juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, ketahanan mental, kebersamaan, serta semangat menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Dengan berlari, kita menjaga kesehatan jasmani sekaligus membangun kesehatan rohani. Karena manusia yang kuat bukan hanya yang sehat secara fisik, tetapi juga memiliki semangat, keteguhan dan keyakinan untuk terus melangkah,” ujarnya.
Ia menilai Soekarno Run BWX 2026 memiliki makna tersendiri karena mempertemukan peserta dari berbagai kelompok usia. Anak-anak, generasi muda, hingga orang dewasa berbaur dalam satu kegiatan dan semangat yang sama.
“Yang menarik hari ini seluruh generasi berkumpul di sini. Ada anak-anak, anak muda, orang tua, semuanya menjadi satu. Ini menunjukkan bahwa semangat perjuangan harus menjadi milik semua generasi,” kata politisi PDIP yang juga Wali Kota Surabaya itu.
Baca juga: Keluhan Warga soal SWK Bratang Binangun Surabaya, Wali Kota Eri Langsung Turun Tangan
Bagi Eri, pertemuan lintas generasi tersebut dapat menjadi ruang untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi berikutnya.
Warisan pemikiran dan perjuangan Bung Karno, kata dia, tidak cukup hanya dikenang melalui sejarah, tetapi juga perlu diterjemahkan dalam tindakan sehari-hari.
“Kita berkumpul bukan hanya untuk berlari. Kita ingin mewarisi dan meneruskan api semangat perjuangan. Api itu harus terus menyala, dari generasi ke generasi,” ujar Eri.
Karena itu, Eri berharap Soekarno Run tidak berhenti sebagai kegiatan olahraga tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang mempertemukan masyarakat, memperkuat kebersamaan, sekaligus menanamkan pola hidup sehat dan semangat kemandirian.
Baca juga: Wali Kota Eri Ubah Pendekatan Bantuan Rutilahu, Kondisi Warga Tak Cukup Dinilai dari Desil
“Semangat Bung Karno harus terus kita hidupkan. Kita sehat jasmani, sehat rohani, kemudian kita bergerak bersama dan berdiri di atas kaki sendiri. Itulah semangat yang harus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Soekarno Run BWX 2026 diikuti peserta dari berbagai kelompok usia dengan sejumlah kategori jarak. Mulai dari 21 kilometer, 10 kilometer, 5 kilometer, 3 kilometer hingga 1 kilometer.
Kategori 1 kilometer menjadi salah satu ruang partisipasi bagi anak-anak. Kehadiran peserta usia dini tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan semangat hidup sehat dan kebiasaan aktif sejak usia muda. (*)
Editor : Redaksi