Siswa MTs Nurul Islam ini Harumkan Gresik, Ini Prestasinya

bacasaja.id
Para siswa siswi menunjukkan piala dan karya robotnya di Sekolah MTs Nurul Islam, Gresik (TBK/BACASAJA.ID)

BACASAJA.ID - Prestasi tingkat nasional diraih enam siswa MTs (Madrasah Tsanawiyah) Nurul Islam Pongangan, Manyar, Gresik yang sukses menjadi juara Madrasah Robotic Competition (MRC) Tahun 2020 di Bekasi, Jawa Barat.

Pada babak grand final yang diselenggarakan di Gedung Graha Alawiyah Kampus II Universitas Islam As-Syafi'iyah, Jatiwaringin nomor 76, Pondok Gede, Kota Bekasi, tiga tim perwakilan dari MTs Nurul Islam Pongangan sukses keluar sebagai juara.

Baca juga: BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Nilai Sosial Desa Brilian melalui Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI di Desa Doudo Gresik

Sementara satu di antaranya meraih penghargaan juara pertama best participant pada kategori maze solving yang bergengsi.

Ubaidillah satu diantara guru pembimbing saat ditemui di sekolah mengatakan untuk seleksi dilakukan secara virtual, tapi saat grand final, dilaksanakan di kota Bekasi 2-4 Februari 2021 kemarin.

"Kita bersyukur dengan hasil ini, dengan kompetensi ini menjadikan madrasah tidak ketinggalan perkembangan zaman, apalagi dunia Ilmu Teknologi (IT) sebagai akselerasi pendidikan,” ujar Ubaidillah, Minggu (7/2/2021).

Pasangan Muhammad Ariq Agustiansyah (13) dan Nindya Erika Ingesukmanjaya (13), yang sama-sama duduk di bangku kelas VIII mendapat penghargaan juara pertama best participant pada kategori maze solving. Mereka menyisihkan para pesaing dari Bandung, Pasuruan, Blitar, Bengkulu, Sulawesi, dan beberapa daerah lain di Indonesia.

Baca juga: Diduga Mesum di Balai Desa, Kasun dan Perangkat Desa di Gresik Digerebek Warga

Selain itu ada pasangan Andromeda (14) siswa kelas VIII dan Anisa Ayu Zandira (13) siswi kelas VII, yang meraih runner up best desain kategori internet of things (IoT).

Sementara penghargaan peringkat ketiga best desain pada kategori line follower analog berhasil diraih Muhammad Rizky Azhar (13) kelas VIII dan Talita Fela Rosidah (12) yang masih duduk di bangku kelas VII MTs Nurul Islam Pongangan, Gresik.

Salah satu siswa Ariq Agustiansyah mengatakan, dirinya memang sudah memiliki hobi bermain dan bongkar-pasang merakit robot sejak kecil, dan punya koleksi mobil tamiya. sekolahnya dibuka program ekstra robotika yang berjalan sekitar satu tahun lalu.

Baca juga: Ada Dalang Cilik di Panggung Wayang Petrokimia Gresik, Upaya Jaga Budaya di Era Modern

"Begitu ada program ekstra ini, saya langsung tertarik. Kemarin diajari sama guru pembimbing, ada pula guru dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) yang membantu mengajari saya dan Nindya," katanya.

Ariq melanjutkan lomba robotic ini kali pertama diikutinya, dan tidak menyangka langsung juara satu nasional. Dalam lomba itu, ada delapan cek point akurasi kecepatan diberikan oleh dewan juri, dengan hasil karya yang dilombakan.

“Ada cek point tiap perlintasan sebagai nilai dari kecepatan robot yang kita buat di lintasan. Persaingan cukup ketat, bersaing dalam mengumpulkan poin dari dewan juri, robot harus melewati cek poin dengan waktu yang ditentukan," jelas siswa asal Pongangan itu. (TBK/L1)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru