BACASAJA.ID - Lima mahasiswa fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTam) yang tergabung dalam Operasi Pengurangan Plastik (OPTIK) melakukan penelitian mikroplastik di Pesisir Lumpur dan Muara Kali Lamong, Gresik.
Penelitian yang dilakukan selama tujuh hari mulai 25 Januari hingga 31 Januari itu para mahasiswa menemukan adanya kandungan mikroplasik tinggi di tiga titik tempat pengambilan sampel air dan sedimen di dua tempat tersebut.
Baca juga: Inisiatif Berujung Pidana: Eks Buruh PT SP Tbk Ditetapkan Sebagai Tersangka oleh Polres Gresik
Di Pesisir Lumpur ditemukan kandungan mikroplastik yang tinggi dari sampel air dengan kadar rata-rata 33 partikel per 100 liter air. Sementara di muara Kali Lamong dengan rata-rata 23 partikel per 40 gram sedimen.
Putri Ayu Rahmadani, salah satu mahasiswa yang melakukan penelitian mengatakan tujuan melakukan penelitian di Pesisir Lumpur karena kawasan itu padat penduduk dan juga dekat industri. Juga daerah Lumpur bersinggungan dengan selat Madura.
Sedangkan di Kali Lamong, lanjutnya, karena aliran sungai dan masih ada masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Selain itu, Kali Lamong juga masih bersinggungan dengan selat Madura sama dengan pesisir Lumpur.
Baca juga: Video Diduga Ketua DPRD Gresik Ajak Duel Pendemo Viral, Syahrul Munir Dikecam
"Kenapa kami memilih Pesisir Lumpur dan Kali Lamong, karena kedua tempat itu masih bersinggungan dengan selat Madura. Di Lumpur kawasan padat penduduk dan dekat industri, sedangkan di Kali Lamong masih ada masyarakat yang buang sampah ke sungai," ujar Putri, Selasa (9/2/2021).
Putri menjelaskan setelah melakukan uji lab di laboratorium Ecoton, hasilnya pengambilan sampel air dan sedimen di dua lokasi itu mengandung mikroplastik yang tinggi dari tiga titik dari dua tempat tersebut.
Baca juga: Cetak Agripreneur Muda, Petrokimia Gresik Gulirkan Beasiswa 50 Petani Muda
Di Pesisir Lumpur dari sampel air, dengan rata rata 33 partikel per 100 liter air. Sedangkan pada sedimen kandungan Mikroplastik terbanyak terdapat di muara Kali Lamong, dengan rata-rata 23 partikel per 40 gram sedimen.
"Kita ambil sampel air dan sedimen di tiga titik di dua tempat. Di Pesisir Lumpur dari sampel air, kandungan Mikroplastik dengan rata rata 33 partikel per 100 liter air dan Muara Kali Lamong rata-rata 23 partikel per 40 gram sedimen," jelas Mahasiswi semester 5 Fakultas Pertanian itu. (TBK/L1)
Editor : Redaksi