BACASAJA.ID - Ratusan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban yang mendadak menjadi miliarder menyedot perhatian banyak pihak. Apalagi beritanya menjadi viral. Namun hal ini juga bisa memicu aksi kejahatan.
Karena itu, Bupati Tuban H. Fathul Huda dan Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengimbau agar warga waspada dan tetap berhemat.
Baca juga: Baru Diresmikan, Kopdes Merah Putih di Tuban Tutup, Padahal Jadi Percontohan di Jawa Timur
Untuk diketahui, setelah menjual lahannya kepada PT. Pertamina untuk kepentingan proyek pembangunan New Grass Root Refinery (NGRR) atau kilang minyak, warga mendapat ganti rugi miliaran rupiah.
Dari hasil jual lahan itu, rata-rata warga Desa Sumurgeneng menerima uang Rp 8 miliar dan paling banyak mencapai Rp 28 miliar. Dari uang ganti rugi itu, sebagian besar dari warga membelanjakannya untuk membeli mobil mewah seharga ratusan juta.
Bupati Tuban H. Fathul Huda meminta masyarakat yang telah menerima uang ganti rugi untuk proyek kilang minyak agar bisa hemat dan tidak konsumsif (perilaku untuk membeli secara berlebihan terhadap barang atau jasa yang menimbulkan pemborosan). Serta uang tersebut digunakan sebagai mungkin dan bijak.
“Mereka harus hemat, pikirkan jangan terburu-buru, lalu menjadi konsumtif yang kemudian uangnya habis,” ungkap H. Fathul Huda dikutip Jumat (18/2/2021).
Pemberian sebelumnya, pihak desa setempat mencatat sudah ada 176 mobil baru yang dibeli warga sejak mereka menerima uang ganti rugi lahan kilang minyak hingga sampai saat ini. Bahkan, satu warga ada yang membeli 2 sampai 3 mobil mewah dengan uang tersebut.
Baca juga: Dirut Bank Jatim: Jadi BUMD Terbesar Wajib Dukung Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Sementara itu, Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan pihaknya menghimbau agar warga waspada dalam menyimpan atau menggunakan uang hasil ganti rugi miliaran tersebut. “Kita imbau masyarakat tetap waspada dengan uang yang sangat banyak itu,” ujar AKBP Ruruh Wicaksono singkat.
Tidak hanya menghimbau, AKBP Ruruh Wicaksono juga menginstruksikan anggotanya untuk intensif melakukan patroli di kampung miliarder tersebut agar lingkungan tetap aman. “Saya perintahkan anggota untuk patroli rutin sambil kita monitor situasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti tindak kriminalitas,” tegasnya. (Amok)
Editor : Redaksi