BACASAJA.ID - Seorang pria bernama Moch. Djupri (52) ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di dapur rumahnya, di Desa Sumari RT 06 RW 02, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Peristiwa gantung diri tersebut terjadi pada Senin (8/3/201) siang hari sekitar pukul 13.30 Wib. Korban ditemukan oleh keponakannya bernama Muhammad Ridwan.
Baca juga: Inisiatif Berujung Pidana: Eks Buruh PT SP Tbk Ditetapkan Sebagai Tersangka oleh Polres Gresik
Saat itu, korban sudah meninggal dengan cara gantung diri menggunakan tali tampar warna biru yang diikatkan pada kayu usuk yang ada di dapur.
Kapolsek Duduksampeyan AKP Nur Sugeng Ari putra mengatakan dari keterangan beberapa saksi, korban diduga mengalami depresi atau stres setelah diberhentikan atau di-PHK (Putus Hubungan Kerja) dari pekerjaannya di PT. Swabina Gatra sekitar satu tahun yang lalu.
“Setelah diberhentikan, korban sering terlihat bingung atau linglung dan sering mengeluh susah tidur,” ungkapnya, Selasa (9/3/2021).
Baca juga: Video Diduga Ketua DPRD Gresik Ajak Duel Pendemo Viral, Syahrul Munir Dikecam
Nur Sugeng menjelaskan jenazah kali pertama ditemukan ponakannya yang mampir ke rumah korban untuk bermain dan sudah ditemukan dalam posisi gantung diri.
"Korban ditemukan ponakannya meninggal dalam kondisi tergantung atau gantung diri dengan tali tampar warna biru di dapur rumah," kata Nur Sugeng.
Nur Sugeng menambahkan di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Keluarga korban juga tidak ingin jenazah diotopsi dengan menandatangani surat pernyataan bermateri disaksikan kepala desa setempat.
Baca juga: Cetak Agripreneur Muda, Petrokimia Gresik Gulirkan Beasiswa 50 Petani Muda
“Di tubuh korban tidak di temukan tanda tanda kekerasan. Dan Keluarga korban tidak berkenan di lakukan otopsi dalam dikuatkan dengan pernyataan di atas materai di ketahui Kepala Desa Sumari,” ujar Sugeng.
Jenazah korban berada di RSUD Ibnu Sina Gresik guna dimintakan VER Jenazah. Adapun barang bukti yang diamankan, tali tampar warna biru, dan kursi plastik kecil diduga buat tumpuan kaki. (TBK/L1)
Editor : Redaksi