Pandemi Covid 19, Pengrajin Sepatu Gondang Tuban Omsetnya malah Naik

bacasaja.id
Pengrajin sepatu Gondang (Sawah) Desa Klotok Plumpang, Tuban (At.Wiloto/Bacasaja.id).

BACASAJA.ID - Pengrajin sepatu Gondang asal Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Wahidatin mengaku omset penjualan sepatu Gondang mengalami kenaikan meskipun di masa pandemi COVID-19.

Usaha yang sudah digelutinya sejak lima tahun lalu itu saat ini justru banyak yang pesan.

Baca juga: Baru Diresmikan, Kopdes Merah Putih di Tuban Tutup, Padahal Jadi Percontohan di Jawa Timur

"Selama pandemi COVID-19 ini gak ada pengaruhnya Mas, karena sepatu sawah yang kita produksi ini kita khususkan bagi petani dan petani sendiri juga tidak terimbas," terang Wahidatin kepada Bacasaja.id, Selasa (16/3/21).

Untuk memenuhi permintaan pasar, Wahidatin telah memperkerjakan 14 orang setiap harinya. Dalam sehari karyawannya itu bisa memproduksi 250 pasang sepatu.

"Ada dua jenis sepatu sawah yang kita produksi, yang semuanya itu berbahan dasar parasit plastik atau jaring. Sepatu ini berguna untuk melindungi kaki petani dari cangkang binatang siput sawah," terangnya sambil memperlihatkan sepatu buatannya.

Untuk pemasangan sepatu sawah sendiri, Wahidatin memanfaatkan media sosial baik Facebook dan lainnya. Sementara untuk pemesanan di wilayah, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban sendiri biasanya akan diantar secara langsung ke pelanggan.

Baca juga: Hidupkan Pantai Cemara Tuban, The Coastal Bloom jadi Ruang Kreativitas Baru, Kalangan Profesional Beri Apresiasi

"Kami sudah mengirimkan sepatu sawah ini sampai ke Aceh, Sulawesi Tengah, Palu, Kalimantan, Jawa Barat dan beberapa daerah lain di Indonesia," terangnya.

Wahidatin menjelaskan, ide pembuatan sepatu sawah sendiri muncul dari suaminya bernama Munip (38).

Saat itu, Munip iseng-iseng membuat sepatu yang terbuat dari karung plastik. Namun oleh beberapa warga Munip akhirnya diminta untuk memproduksi sepatu sawah tapi dengan bahan lainnya.

Baca juga: Dirut Bank Jatim: Jadi BUMD Terbesar Wajib Dukung Pemerintah Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

"Bapaknya bikin dari karung plastik dan untuk modal awal kami sampai gadaikan sawah senilai Rp25 juta," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Klotok Suharyoto mengatakan, di Desa Klotok sendiri ada beberapa sentra industri rumahan. Selain ada sepatu sawah, masyarakat setempat juga ada yang memproduksi tas, sablon dan lainnya.

"Alhamdulillah hampir keseluruhan masyarakat di Dusun Dolok, Desa Klotok ini 25 persen masyarakat mengantungkan hidupnya dari kerajinan. Dan dengan adanya usaha ini masyarakat kami sangat terbantu," ucapnya. (at5)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru