BACASAJA.ID- Warga Desa Sidomulyo Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung digegerkan dengan matinya beberapa ternak sapi perah secara beruntun.
Berbagai dugaan penyebab matinya sapi itu muncul, salah satunya adalah sapi-sapi itu meninggal akibat disantet.
Baca juga: Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Pasalnya dalam perut sapi yang mati ditemukan beberapa benda tak wajar, seperti kawat atau tali rafia (plastik) dalam jumlah tak wajar.
Kepala Desa Sidomulyo, Mulyono saat dikonfirmasi membenarkan matinya ternak sapi itu. “Benar, waktu itu sapi mati satu kandang secara beruntun,” kata Mulyono, Selasa (18/5/21).
Awalnya warga menduga matinya sapi itu akibat virus atau wabah seperti tahun 2017 lalu, hingga sebabkan ratusan sapi mati. Namun sekarang warga curiga kematian sapi ini bukan disebabkan oleh wabah.
“Saat dibedah perutnya ada kerikilnya, besi dan tali rafia,” terang Mulyono.
Selain sapi, kambing milik warga juga tak luput dari dugaan santet ini. Dalam perut kambing itu ditemukan besi dalam jumlah banyak.
Bahkan dalam video pembedahan perut kambing oleh warga 1 menit 39 detik, terlihat warga memikul usus perut dan keluar suara benda keras mirip logam.
Baca juga: Siswi SMA di Tulungagung Melahirkan di Kamar Mandi, Bayinya Bernasib Tragis
“Besinya ya potongan, dibacok tidak tedas (mempan),” katanya.
Hingga kini sudah ada 8 sapi dan 1 kambing milik 3 warga yang mati secara beruntun. Pihaknya belum bisa memastikan asal dari benda-benda aneh itu. “Kalau bicara santet ya terlalu jauh,” ujarnya sambil terkekeh.
Pihaknya khawatir kejadian serupa akan berulang hingga sebabkan warga resah. Sebelum ditemukan mati, ternak-ternak itu mempunyai gejala tak mau makan. Selang beberapa hari ternak itu mati secara mendadak.
“Kalau motifnya betul tidak ada, saya kira ya santet, namun motifnya belum tahu,” katanya.
Untuk menangkal berulangnya kejadian serupa, warga mencari solusi dengan memanfaatkan orang pintar.
Baca juga: Ratusan Milenial dan Tim Pemenangan Muda Tulungagung Siap Menangkan Ganjar-Mahfud
Sebelumnya pada tahun 2013 juga terjadi kejadian serupa. Malah pada tahun itu lebih banyak ternak yang mati. Waktu itu ada warganya yang mengakui melakukan santet pada ternak-ternak tersebut.
Sementara untuk kejadian saat ini, pihaknya masih meraba-raba pelakunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, Mulyanto saat dikonfirmasi masih belum mengetahui pasti kejadian itu. Pihaknya akan mengirimkan tim, melihat kejadian sebenarnya di lokasi.
“Kita akan kirimkan tim untuk memeriksa hal itu,” pungkasnya singkat (Noyo/JP).
Editor : Redaksi