LIPUTAN KHUSUS : Sengkarut PPDB SMA Jatim 2026, Hingga Kursi Sekolah Negeri Diduga Sengaja "Dijual" ke Penawar Tertinggi

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

SURABAYA- Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA di Jawa Timur tahun 2026 kembali meledak menjadi skandal publik. Kebijakan sepihak dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dispendik Jatim) dituding sengaja menciptakan "jebakan Batman" birokrasi untuk menyingkirkan anak-anak dari keluarga miskin dan melanggengkan praktik jual beli kursi di bawah meja.

Gelombang amarah ini bukan lagi sekadar keluhan di media sosial. Pada Jumat (12/06/2026) pagi, ruang pengaduan Dispendik Jatim di Surabaya digeruduk massa ibu-ibu yang mengamuk setelah anak-anak mereka terdepak dari sistem secara misterius.

MANIPULASI JALUR ZONASI: Kedekatan Geografis yang "Dihabisi" Nilai Akademik

Kejanggalan paling fatal tahun ini terletak pada pengubahan variabel Jalur Domisili (Zonasi). Jalur yang esensinya memberikan hak pendidikan berdasarkan kedekatan geografis, mendadak disusupi oleh indikator nilai akademik.

Dampaknya mengerikan. Seorang wali murid mengungkapkan kekecewaannya setelah anaknya yang tinggal kurang dari 500 meter dari SMA Negeri 15 Surabaya langsung terpental dari sistem.

"Jika jalur prestasi sudah menggunakan nilai, mengapa jalur zonasi harus dicemari aturan yang sama? Ini bukan regulasi, ini taktik birokrasi untuk mengaburkan transparansi kuota!" kecam salah satu koordinator wali murid.

OPERASI SENYAP PENDAFTARAN 24 JAM

Publik mengendus adanya kesengajaan dalam mepetnya waktu pendaftaran yang dibuka pada 11 Juni dan langsung digembok pada 12 Juni. Durasi super kilat ini dinilai mirip operasi senyap untuk meminimalkan pengawasan publik dan memotong hak sanggah orang tua murid.

Saat ruang pengaduan Dispendik Jatim dikepung warga pada Jumat (12/06) pukul 10.00 WIB, petugas bernama Feri yang berjaga di lokasi menjadi bulan-bulanan protes. Namun, pihak dinas hanya memberikan jawaban normatif dan berlindung di balik algoritma sistem yang tidak transparan.

INDIKASI KUAT JUAL "Kursi Premium"

Kerumitan sistem yang berubah mendadak ini memperkuat dugaan bahwa Dispendik Jatim sengaja menciptakan ruang abu-abu. Ketika sistem dibuat membingungkan dan tertutup, di situlah celah transaksional dan intervensi oknum internal tumbuh subur untuk meloloskan "siswa titipan".

Massa wali murid kini mulai merapatkan barisan untuk melakukan perlawanan hukum. Mereka menuntut adanya audit investigatif independen menyeluruh terhadap Dispendik Jatim atas dugaan maladministrasi akut dan praktik lancung dalam PPDB 2026. Jika reformasi total tidak dilakukan, amarah publik Surabaya dipastikan akan menggulung paksa sistem yang korup ini.

(Wied)

Berita Terbaru

Aksi Solidaritas PWI Nganjuk Doakan Keselamatan 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Aksi Solidaritas PWI Nganjuk Doakan Keselamatan 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 10 Sep 2026 21:02 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 21:02 WIB

Mereka duduk sama rata, larut dalam doa bersama. Lilin-lilin dinyalakan serempak menambah khidmat suasana.…

KPK Pastikan Penyelidikan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh Terus Berjalan

KPK Pastikan Penyelidikan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh Terus Berjalan

Kamis, 10 Sep 2026 17:25 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 17:25 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh masih terus berjalan. Tim…

KPK Dalami Mantan Dirut BJB untuk Finalisasi Penghitungan Kerugian Negara

KPK Dalami Mantan Dirut BJB untuk Finalisasi Penghitungan Kerugian Negara

Kamis, 10 Sep 2026 17:22 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 17:22 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi (YR). Yuddy telah ditetapkan sebagai tersangka…

Dari Sekolah Polantas Polda Sulbar Tanamkan Disiplin dan Keselamatan Sejak Dini

Dari Sekolah Polantas Polda Sulbar Tanamkan Disiplin dan Keselamatan Sejak Dini

Kamis, 10 Sep 2026 16:48 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 16:48 WIB

POLDA SULBAR- Menyadari bahwa budaya tertib dan keselamatan di jalan raya tidak bisa tumbuh dalam sekejap, melainkan harus ditanamkan sejak usia sekolah,…

Pantau Pendalaman Audit Itwasum Polri Hari Ke-3, Kapolda Sulbar Pastikan Semua Sesuai Aturan, Dorong Peningkatan Kinerja

Pantau Pendalaman Audit Itwasum Polri Hari Ke-3, Kapolda Sulbar Pastikan Semua Sesuai Aturan, Dorong Peningkatan Kinerja

Kamis, 10 Sep 2026 16:44 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 16:44 WIB

POLDA SULBAR- Memasuki hari ke-3 pelaksanaan Pendalaman Audit Itwasum Polri Tahap II Tahun Anggaran 2026, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta…

Gelar Akademik Politisi Demokrat  Sukur Prijanto - Sri Wahyuni di Ujung Tandung! Mediasi Gagal, Lanjut Sidang

Gelar Akademik Politisi Demokrat  Sukur Prijanto - Sri Wahyuni di Ujung Tandung! Mediasi Gagal, Lanjut Sidang

Kamis, 10 Sep 2026 07:42 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 07:42 WIB

SURABAYA — Upaya perdamaian melalui proses mediasi dalam perkara perbuatan melawan hukum (PMH) terkait dugaan keabsahan ijazah dan gelar akademik yang menyeret …