Tips Cegah Bencana, Mensos: Saya Pimpin Surabaya dengan Kearifan Lokal

bacasaja.id
Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) secara simbolis menyerahkan santunan bernilai total Rp267 juta lebih kepada Bupati Tapanuli Selatan Dolly P.Pasaribu (kanan). | (ant)

BACASAJA.ID - Kearifan lokal adalah hal penting dan harus dijaga untuk kelestarian lingkungan. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Sosial RI Tri Rismaharini saat acara penyerahan bantuan kepada keluarga korban longsor Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (19/5/2021).

Longsor yang terjadi pada 29 April 2021 itu menelan korban nyawa hingga 13 orang. Bantuan yang diberikan negara melalui Kementerian Sosial itu senilai total Rp267 juta lebih dan diberikan secara simbolis kepada Bupati Tapanuli Selatan Dolly P. Pasaribu di Aula Kantor Camat Marancar.

Baca juga: Donasi untuk Sumatera Mengalir Deras, Lia Istifhama: Bukti Indonesia jadi Negara Paling Dermawan

"Santunan ini menandakan negara hadir di tengah duka rakyatnya. Semoga bantuan bermanfaat dan meringankan benan keluarga yang ditinggalkan," ucapnya.

Menurut Mensos Risma, bencana alam yang terjadi belakangan ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh pemanasan global (global warming). Contohnya, kata Risma, adalah cuaca semakin ekstrem. Akibatnya, suhu bertambah panas. Begitu juga sebaliknya, suhu dingin menjadi semakin dingin.

Lantaran itu, Mensos Risma meyakini kalau kearifan lokal dijaga dengan baik oleh pemerintah dan warga, maka bencana seperti longsor dan banjir bisa diminimalisir.

Baca juga: Puncak HUT, Golkar Surabaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

"Dua periode memimpin Surabaya sudah saya buktikan. Dulu Surabaya itu 52 persen wilayahnya adalah wilayah banjir. Syukur Alhamdulillah berkat kerjasama dengan kearifan lokal, daerah itu berubah tidak lagi mengalami banjir," tutur Risma.

Menurut Risma, lahan-lahan tandus dan kering juga lahan-lahan di daerah pantai, hendaknya ditanami pohon dan berbagai bunga-bungaan, bahkan yang bernilai ekonomis, ditambah pembuatan embung-embung, waduk yang secara otomatis juga mengatasi pemanasan global.

Baca juga: Enny Minarsih: Mari Bersama Ringankan Penderitaan Korban Bencana Sumatera

Terbukti, kearifan lokal telah menjadikan Surabaya salah satu deretan kota terbersih yang ada di dunia. Risma bahkan didaulat sebagai Wali Kota Peduli Lingkungan oleh PBB dan akhirnya menjadi pembicara Internasional pemanasan global di berbagai negara luar negeri.

"Karenanya pelajaran tanah longsor Batang Toru menjadi pelajaran berharga dengan harapan peristiwa tidak terulang. Mari perkuat kearifan lokal demi terjaganya lingkungan sekaligus upaya mencegah global warming," katanya. (tna)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru