Suhu Panas Landa Tulungagung, Warga Diminta Kurangi Aktifitas Luar Rumah

bacasaja.id
Panas, seorang pria minum air putih untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui keringat (Joko Pramono)

BACASAJA.ID - Suhu panas yang mencapai 35 derajat Celcius ini membuat Fatah (27) warga Desa Plosokandang tak henti meneguk air mineral dalam botol, dan terlihat Keringat mengucur deras di dahinya.

Hal yang sama dirasakan Amir keluhkan suhu diluar cukup panas akhir-akhir ini. Di dalam ruangan pun tak kalah panasnya. Kipas anginnya seakan tak berdaya menghalau panas.

Baca juga: Heru Tjahjono: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Fondasi Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

"Biasanya 1 botol (1,5 liter) tiap hari, kini bisa hampir 2 botol," ujar pria berkumis tipis tersebut.

Lantaran suhu panas yang mencapai 35 derajat Celcius ini, Fatah mengurangi aktifitas di luar rumah.

Sementara itu Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Tulungagung, Soeroto jelaskan fenomena suhu panas ini.

Menurutnya suhu panas yang terjadi di Tulungagung disebabkan posisi matahari yang berada tepat di kepala.

Baca juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Surabaya Gelar Simulasi Penanganan Kedaruratan di 26 Titik

"Ini menyebabkan suhu panas beberapa Minggu ini," ujar Soeroto.

Gelombang suhu panas ini kata Soeroto terjadi 2 kali, biasanya pada bulan Oktober dan Februari.
Masyarakat diminta untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, dan menjaga hidrasi dengan minum banyak air putih.

"Minum airnya disesuaikan, jangan sampai kurang," terangnya.

Baca juga: Anak Berusia 10 Tahun Ditemukan tak Bernyawa di Sungai Kalimas Surabaya, Ini Identitasnya

Suhu panas ini membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat. Cairan tubuh harus diganti dengan banyak konsumsi air putih.

Diperkirakan suhu panas akan terjadi hingga akhir bulan Oktober. (JP/t.ag/RG4)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru