BACASAJA.ID - Kunjungan Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ke Kampung Tas Gadukan Utara disambut hangat oleh para pengrajin tas.
Di kampung tersebut, terdapat 12 pengrajin yang dilibatkan dalam produksi tas bagi siswa masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca juga: Konsolidasi Marathon, Armuji Tancap Gas Perkuat Basis PDIP Surabaya
Mendapatkan pesanan 16.000 tas sekolah membangkitkan gairah usaha yang sempat lesu karena pandemi. Para pengrajin pun mengucapkan terimakasih kepada Walikota Eri Cahyadi dan Wakil Walikota Armuji.
"Pengrajin terbantu dengan adanya pesanan dari pemerintah, sehingga UMKM bisa bangkit lagi. Karena tas saat pandemi turun jauh," kata Imam salah seorang pengrajin.
Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Achmad Hidayat menyampaikan, ini merupakan bukti konkret program Eri - Armuji dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Rakercab PDIP Surabaya Tegaskan Soliditas Kader, Armudji: Surabaya Kandang Banteng
"Tentu implementasi program dengan melibatkan UMKM pengrajin tas dapat dirasakan langsung, biasanya hanya diberikan pelatihan, saat ini dihubungkan dengan pasar," ujar Achmad.
Dirinya juga mencermati dengan diberikannya pengerjaan 16.000 tas di kampung tersebut memberikan dampak ekonomi yang berarti bagi masyarakat.
Rata-rata satu pengrajin memperkerjakan 5 - 10 orang sehingga ada ratusan orang yang bisa menyambung hidup mengingat mendapatkan pesanan.
Baca juga: Armuji Pimpin DPC PDIP Surabaya, Ini Susunan Lengkap Pengurus 2025–2030
"Kalau di Kota Surabaya inshaallah Walikota Eri Cahyadi, Wakil Walikota Armuji dan Ketua DPRD Adi Sutarwijono yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan semangatnya 'Setiap Sen APBD Untuk Rakyat'," tegas Achmad.
Para pengrajin juga berharap agar program pemberdayaan ini bisa rutin dikerjakan oleh UMKM sehingga dapat membantu upaya pemberdayaan UMKM dan pemulihan ekonomi. (*/RG4)
Editor : Redaksi