BACASAJA.ID - Wakil Presiden RI ke X dan XII, Jusuf Kalla (JK) meresmikan Masjid Al Fattah di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Tulungagung, Selasa (29/3/22) siang.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dilanjutkan pemotongan pita di pintu masjid.
Jusuf Kalla yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu mengatakan Masjid Al Fattah yang dibangun oleh umat mempunyai keindahan, baik di dalam dan di luar.
“Ini merupakan masjid yang indah di Indonesia,” jelas Jusuf Kalla.
Bukan tanpa sebab, masjid ini mengusung desain modern, dengan konsep hemat energi dan ramah lingkungan.
Hal itu terlihat dari dinding masjid yang didominasi oleh kaca, sehingga pada siang hari pencahayaan mengandalkan cahaya alami.
Masjid 3 lantai ini juga dilengkapi dengan ruangan ber AC, sehingga jamaah bisa betah berlama-lama melaksanakan ibadah di masjid ini.
Lantainya dihiasi dengan marmer dari India dan Italia, sedang karpetnya didatangkan langsung dari Turki.
Pada bagian luar masjid terdapat menara setinggi 40 meter berbentuk kotak. Dipuncaknya terpahat lafadz Allah pada ke 4 sisinya.
Tak cukup sampai disitu, di tiap pintu masuknya terdapat tanaman bonsai di kedua sisinya. Tempat parkir masjid ini terletak di bawah tanah, sehingga tak mengganggu arus lalu lintas.
Masjid ini dibangun dengan anggaran sebesar 6 milyar rupiah lebih, yang sebagian besar bersumber dari donatur.
“Semoga jamaah bisa meramaikan masjid, dan memanfaatkan semaksimal mungkin untuk kegiatan ibadah dan sosial,” kata JK.
Apalagi sebentar lagi umat muslim menyambut bulan suci Ramadhan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pemerintah membatasi pelaksanaan sholat taraweh lantaran masih dalam kondisi pandemi.
Tahun ini umat muslim bisa melakukan sholat taraweh, tanpa ada batasan.
“Tahun ini sudah bisa melaksanalan salat teraweh seperti biasa, pemerintah tahun ini mengizinkan pelaksanaan salat teraweh di masjid,” jelasnya.
Aturan pembatasan Shaft yang sebelumnya berjarak sekitar 1 meter kini tak ada lagi. Aturan Shaft diserahkan ke pengurus masjid masing-masing.
“Sesuai perintah imam masing-masing masjid saja,” pungkasnya.
Sedang untuk aturan pengeras suara, disesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitar.
Dalam peresmian ini, JK didampingi oleh Gubernur Jawa Timur, Kofifah Indar Parawansa, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Pengurus Wilayah Jatim, pengurus Daerah Kabupaten Tulungagung, Bupati Tulungagung, Forkopimda Kabupaten Tulungagung dan Ormas-ormas Islam. (JP/t.ag/RG4)
Editor : Redaksi