Cegah Stunting, Wabup Ngawi Bersama Alfamart Bagikan Ribuan Susu Gratis

author bacasaja.id

- Pewarta

Jumat, 08 Jul 2022 07:48 WIB

Cegah Stunting, Wabup Ngawi Bersama Alfamart Bagikan Ribuan Susu Gratis

i

Dwi Rianto Jatmiko memberikan susu bekerjasama dengan perusahaan ritel Alfamart kepada siswa-siswi SDN Karangtengah 4, Ngawi, pada Selasa (5/7/2022)

NGAWI - Stunting atau kegagalan tumbuh kembang pada anak tidak hanya berpengaruh pada kondisi fisik. Lebih jauh, berpengaruh bagi perkembangan otak buah hati.

Stunting muncul akibat kekurangan gizi pada anak di masa awal pertumbuhan. Pun juga bisa terjadi pada masa kehamilan ibu.

Baca Juga: Polda Jatim: Tersangka Mutilasi Istri Siri di Ngawi, Seorang Psikopat Narsistik

Pencegahan Stunting gencar dilakukan oleh PDI Perjuangan. Sebab, anak yang mengalami Stunting akan mengalami keterlambatan perkembangan otak, hingga keterbelakangan mental dan kemampuan belajar yang rendah.

Dan apabila Stunting tidak dicegah dengan serius, akan berdampak pada generasi mendatang. Yang tentunya akan berpengaruh terhadap SDM generasi penerus bangsa Indonesia.

Pencegahan Stunting juga dilakukan kader PDI Perjuangan, Dwi Rianto Jatmiko yang merupakan Wakil Bupati Ngawi. Salah satunya melalui pemberian susu bekerjasama dengan perusahaan ritel Alfamart kepada siswa-siswi SDN Karangtengah 4, Ngawi, pada Selasa (5/7/2022).

“Stunting bisa terjadi sebab anak kekurangan asupan makanan yang mengandung protein. Dan pemberian susu ini sebagai salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan protein pada anak-anak di masa pertumbuhan,” katanya kepada pdiperjuangan-jatim.com.

Sebanyak 5.000 paket susu dibagikan bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan itu. Selain untuk anak-anak SD, susu juga akan diberikan di sejumlah Posyandu di Kabupaten Ngawi, sebagai langkah pencegahan Stunting.

Baca Juga: Terungkap, Jasad Wanita dalam Koper di Ngawi yang Diduga Korban Mutilasi

Wabup Antok menyampaikan, pencegahan Stunting di Kabupaten Ngawi sebagai skala prioritas. Di samping melalui program pendampingan, juga melalui kebijakan orang tua asuh dengan mengajak seluruh OPD untuk terlibat dalam pengurangan Stunting.

“Penyebab utama Stunting adalah kekurangan gizi kronis pada anak atau saat ibu mengandung. Dengan ciri-ciri yang utama bertubuh pendek, dibandingkan teman-teman seusianya,” katanya.

Wabup Antok menyampaikan, masyarakat bisa ikut andil berperan dalam pencegahan Stunting. Menurutnya, Stunting dapat dicegah saat masa kehamilan. Dengan memperhatikan kesehatan dan asupan nutrisi ibu.

Berikutnya, anak-anak juga harus mendapatkan ASI eksklusif. Selain itu, anak-anak juga harus mendapatkan makanan pendamping ASI dengan tepat waktu. Sekaligus orang tua harus memperhatikan asupan bahan makanan yang banyak mengandung protein, salah satunya susu.

Baca Juga: Wanita di Ngawi Dibunuh dan Dimutilasi, Ini Fakta-fakta yang Terungkap: Kepala dan Kaki Hilang

“Yang utama tentu 1.000 hari pertama masa awal kehidupan anak-anak. Dengan begitu diharapkan, bersama-sama untuk mencegah Stunting,” jelasnya.

Adapun di SDN Karangtengah 4 , Ngawi, selain membagikan paket susu, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko juga menyerahkan perlengkapan belajar bagi anak-anak peserta didik di sekolah tersebut. (PPJ)

 

Editor : Redaksi

Tag :

BERITA TERBARU