Kominfo: Ratusan Hoaks Terkait Pemilu 2024 Disebar

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menkominfo Budi Arie Setiadi. (YouTube Kominfo)
Menkominfo Budi Arie Setiadi. (YouTube Kominfo)

i

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat ada 204 hoaks atau berita palsu terkait Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 selama periode Januari 2023 hingga Januari 2024, setelah sempat menurun pada tahun sebelumnya.

“Persebaran isu hoaks terkait Pemilu itu mengalami penurunan di tahun-tahun selanjutnya dan menjelang tahun 2024 sampai hari ini, trend persebaran isu hoaks terkait Pemilu kembali naik menjadi 204 isu hoaks sepanjang Januari 2023 sampai Januari 2004,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, dalam Forum Sosialisasi Pemilu Damai 2024: Demi Indonesia Cerdas Memilih #Palembang di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, pada Senin (22/1/2024).

Dikutip dari InfoPublik.id, Menteri Budi Arie mengatakan, pada Pemilu periode sebelumnya, Kementerian Kominfo mencatat persebaran isu hoaks terkait Pemilu mencapai angka 714 hoaks di tahun 2018 sampai dengan tahun 2019.

Dengan demikian, angka penyebaran hoaks terkait Pemilu 2024 mencatat penurunan signifikan.

“Walaupun ada penurunan tapi tetap hoaks itu ada, penurunannya cukup signifikan hampir cuma seperempatnya,” katanya.

Menurut Menkominfo, hoaks merupakan salah satu dari empat bentuk kekacauan informasi (information disorder), selain fitnah, ujar kebencian dan merendahkan martabat orang lain.

Kekacauan informasi, baik misinformasi disinformasi maupun malinformasi, dinilai kian marak dan tidak lagi bisa dihindari di era digital saat ini karena proses produksinya berjalan begitu cepat, mulai dari penciptaan narasi pembuatan produk media dan distribusi informasi.

Proses tersebut dimungkinkan karena didorong oleh tiga elemen utama, yakni agennya atau aktor yang secara aktif terlibat, pesan yang dapat dikomunikasi secara langsung melalui proses maupun dalam format audit audio visual, dan penerjemah atau audience yang menginterpretasi informasi berdasarkan latar belakang sosial politik dan kultural masing-masing.

“Persebaran kekacauan informasi perlu semakin di waspadai karena berdasarkan riset 62 persen dari pengguna internet pernah melihat kekacauan informasi di ruang digital,” ungkap dia.

Oleh karena itu, Menteri Budi Arie mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk menghindari hoaks, fitnah, ujaran kebencian, dan merendahkan martabat orang lain di ruang digital.

Sebab, empat jenis kekacauan informasi ini tidak mencerminkan keluruhan budi pekerti bangsa yang harus dijaga di ruang digital Republik Indonesia.

“Dari dulu dahulu kala bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang ramah bangsa yang santun, tapi ruang digital kita isinya jenis-jenis binatang di kebun binatang. Apa pantas bangsa sebesar kita seluhur kita ini ruang digitalnya seperti itu? Menurut saya ini tidak mencerminkan keluhuran Budi nenek moyang kita yang sudah diwariskan dari kita turun-temurun. Ini warisan leluhur kita yang harus kita jaga,” pungkas Menkominfo. (*)

Berita Terbaru

Perkuat Lini Terdepan Pelayanan, Polda Sulbar Mutasi 223 Personel ke 6 Polres Jajaran

Perkuat Lini Terdepan Pelayanan, Polda Sulbar Mutasi 223 Personel ke 6 Polres Jajaran

Kamis, 22 Okt 2026 14:24 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 14:24 WIB

POLDA SULBAR – Polda Sulbar secara resmi menerbitkan mutasi 223 personel bintara untuk memperkuat jajaran kepolisian di tingkat wilayah. Langkah strategis ini t…

Hore! Jalan Raya Pansela Penghubung Dua Kecamatan di Nganjuk Segera Diperbaiki

Hore! Jalan Raya Pansela Penghubung Dua Kecamatan di Nganjuk Segera Diperbaiki

Kamis, 22 Okt 2026 13:30 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 13:30 WIB

Estimasi pelaksaannya, yaitu November akhir atau awal Desember 2026.…

Polda Sulbar Perkuat Pondasi Iman Lewat Binrohtal, Perkokoh Pelayanan yang Profesional

Polda Sulbar Perkuat Pondasi Iman Lewat Binrohtal, Perkokoh Pelayanan yang Profesional

Kamis, 22 Okt 2026 10:39 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 10:39 WIB

Polda Sulbar – Keimanan dan profesionalisme menjadi dua pilar penting dalam tugas kepolisian khususnya di Sulbar. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Bimbingan R…

Polantas Sulbar, Samsat dan Jasa Raharja Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan, Taat Pajak Dapat Coklat dari Petugas

Polantas Sulbar, Samsat dan Jasa Raharja Edukasi Kepatuhan Pajak Kendaraan, Taat Pajak Dapat Coklat dari Petugas

Kamis, 22 Okt 2026 09:26 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 09:26 WIB

POLDA SULBAR- Terlihat pemandangan berbeda dari kegiatan operasi pemeriksaan kendaraan yang dilakukan Polantas Polda Sulbar bersama Samsat dan Jasa Raharja…

Tanah Diklaim BBWS, Air Bersih Terkendala, Anggota DPRD Josiah Michael Soroti Nasib Warga Warugunung

Tanah Diklaim BBWS, Air Bersih Terkendala, Anggota DPRD Josiah Michael Soroti Nasib Warga Warugunung

Kamis, 22 Okt 2026 09:22 WIB

Kamis, 22 Okt 2026 09:22 WIB

SURABAYA – Persoalan status tanah dan sulitnya akses air bersih menjadi keluhan warga Warugunung, Kota Surabaya. Selain mempertanyakan lahan yang diklaim masuk …

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

SURABAYA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong reformasi birokrasi d…