Waspada, Virus Corona Ditemukan Dalam Es Krim

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi
Ilustrasi

i

BACASAJA.ID - Penyebaran virus corona (Covid-19) semakin lama semakin berkembang. Belum tuntasi mutasi virus corona jenis baru. Kini ditemukan virus mematikan itu di dalam es krim.

Otoritas China dilaporkan mengidentifikasi virus corona pada es krim yang dibuat oleh perusahaan Daqiaodao Food Co di Tianjin.

Penemuan itu membuat pemerintah mendorong dilakukannya penarikan kembali produk yang sudah didistribusikan ke berbagai daerah. Meski tidak ada indikasi orang yang tertular virus dari es krim, namun perusahaan telah disegel dan karyawannya saat ini diuji Covid-19.

Associated Press pada Minggu (17/1) melaporkan, sebagian besar dari 29 ribu karton yang diproduksi bersamaan dengan produk terkontaminasi virus corona belum dijual. Tetapi pihak berwenang tengah melacak 390 karton lainnya yang dijual di Tianjin.

Pemerintah sendiri mengatakan ada banyak kemungkinan kontaminasi es krim. Mengingat bahan-bahan yang digunakan adalah impor, seperti susu bubuk Selandia Baru dan bubuk whey dari Ukraina.

Kemungkinan karyawan yang menularkan virus ke dalam es krim juga tidak dikesampingkan Pada Minggu, China melaporkan 109 kasus baru Covid-19, dua pertiga di antaranya berada di provinsi utara yang berbatasan dengan Beijing, yaitu Hebei.

 Sementara itu, melansir Daily Mail, ada 3 sampel dari produsen es krim lokal yang menunjukkan terkontaminasi virus corona di pemerintahan kota Tianjin, di timur laut negara itu. Sekitar 4.836 kotak es krim di Tianjin Daqiaodao Food Company telah diidentifikasi terkontaminasi virus corona, yang mana 2.089 di antaranya telah diamankan di gudang.

 Ada 1.812 lainnya dikirim ke provinsi lain dan 935 memasuki pasar lokal, tetapi hanya 65 yang terjual, menurut China Daily.

Es krim yang terkontaminasi itu berada dalam kemasan 450 gram, yang disebutkan bahwa virus tersebut dibawa melalui bubuk susu dari Ukraina dan whey dari Selandia Baru.

Pejabat kesehatan mendesak semua pembeli es krim 450 gram untuk segera mencatat perjalanan mereka, sehingga potensi infeksi yang tersebar dapat dilacak.

Sementara, ada 1.662 karyawan perusahaan telah diperintahkan untuk mengisolasi diri dan menjalani pengujian virus corona, setelah memiliki kontak dengan es krim terkontaminasi itu.

 Dr Stephen Griffin, seorang ahli virologi yang berbasis di Universitas Leeds, Inggris mengatakan tes positif es krim kemungkinan berasal dari kontak manusia dan hanya "satu kali".

Dia mengatakan kepada Sky News, "Kemungkinan besar ini adalah hasil dari masalah dengan pabrik produksi dan berpotensi turun ke kebersihan di pabrik."

Bahwa es krim dibuat dengan lemak dan disimpan pada suhu dingin akan memudahkan virus corona untuk bertahan hidup, katanya. Namun, dia menambahkan, "Kita mungkin tidak perlu panik bahwa setiap es krim tiba-tiba akan terkontaminasi dengan virus corona." (net)

Berita Terbaru

Semarak HUT Humas Polri ke-75, Bid Humas Polda Sulbar Salurkan Bantuan ke Rumah Tahfiz Qur’an Manakarra

Semarak HUT Humas Polri ke-75, Bid Humas Polda Sulbar Salurkan Bantuan ke Rumah Tahfiz Qur’an Manakarra

Selasa, 20 Okt 2026 13:05 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 13:05 WIB

POLDA SULBAR- Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Humas Polri diwujudkan dalam aksi sosial yang tulus dan sederhana namun penuh makna yang digelar oleh…

Gandeng Pendamping PKH, Dinsos PPPA Kota Probolinggo Cegah Kekerasan dan Bullying Anak dalam Keluarga 

Gandeng Pendamping PKH, Dinsos PPPA Kota Probolinggo Cegah Kekerasan dan Bullying Anak dalam Keluarga 

Selasa, 20 Okt 2026 11:24 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 11:24 WIB

PROBOLINGGO — Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kota Probolinggo memperkuat edukasi keluarga untuk mencegah kekerasan t…

Anggota DPD RI: Perundungan Anak Tak Bisa Dianggap Kenakalan Biasa, Deteksi Dini Harus Diperkuat

Anggota DPD RI: Perundungan Anak Tak Bisa Dianggap Kenakalan Biasa, Deteksi Dini Harus Diperkuat

Selasa, 20 Okt 2026 11:21 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 11:21 WIB

SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengajak keluarga, sekolah, dan pemerintah memperkuat upaya pencegahan perundungan terhadap anak. S…

Berikan Rasa Aman, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Turun Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi

Berikan Rasa Aman, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Turun Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi

Selasa, 20 Okt 2026 10:34 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 10:34 WIB

SURABAYA - Dalam upaya memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar…

Kapolda Sulbar Sidak SPBU di Mamuju: Penyalahgunaan BBM Subsidi Akan Ditindak, Termasuk Jika Melibatkan Polisi

Kapolda Sulbar Sidak SPBU di Mamuju: Penyalahgunaan BBM Subsidi Akan Ditindak, Termasuk Jika Melibatkan Polisi

Selasa, 20 Okt 2026 07:45 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 07:45 WIB

MAMUJU — Kapolda Sulawesi Barat turun langsung melakukan inspeksi mendadak di SPBU Pertamina di Mamuju untuk mencari akar persoalan penyaluran bahan bakar m…

Pertama Kali Mendalang, PB XIV Hidupkan Kembali Pusaka Wayang Pakubuwono IV di Karaton Surakarta

Pertama Kali Mendalang, PB XIV Hidupkan Kembali Pusaka Wayang Pakubuwono IV di Karaton Surakarta

Selasa, 20 Okt 2026 06:19 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 06:19 WIB

SOLO - Sebuah momen istimewa mewarnai pagelaran Ringgitan Anggara Kasih di Karaton Surakarta Hadiningrat, Senin malam (19/10/2026). Sri Susuhunan Pakubuwana…