SURABAYA, Bacasaja.id – Pasar Benowo menggelar ruwat pasar tahunan untuk kedua kalinya, berlangsung pada 18–21 September 2025. Tradisi ini sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjadi sarana pelestarian budaya serta penggerak perekonomian warga.
Acara dibuka dengan kirim doa untuk para pendiri pasar dan dilanjutkan sholawatan berhadiah kulkas dan televisi hasil sumbangan para pedagang. Pada Sabtu (20/9) malam digelar pertunjukan Reog Ponorogo binaan Cak Sumarno dari Sememi, disusul kirab dan karnaval mini pada Minggu (21/9).
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Agus Mashuri, hadir melepas peserta kirab sekaligus melepaskan 200 ekor burung sebagai simbol pembersihan pasar dari penyakit dan kesialan.
“Ruwat pasar tradisional ini menjadi gambaran keberagaman budaya di negeri ini dan sudah selayaknya dipertahankan keberadaannya,” kata Agus yang akrab disapa Cak Huri.
Ketua Pengelola Pasar Benowo, Patno PN, menyebut acara ini terlaksana secara swadaya tanpa bantuan pemerintah kota. Ia berharap ruwat pasar dapat meningkatkan kunjungan pembeli dan menjadi sarana memperkuat ekonomi pedagang.
“Pasar Benowo ini bisa menyelenggarakan rumah tangganya sendiri. Kami harap pemerintah memberi perhatian lebih pada pasar tradisional agar tetap mampu bersaing di era digital,” ujarnya.
Patno juga mengapresiasi kehadiran Agus Mashuri yang disebutnya sebagai aset warga Benowo dan diharapkan menjadi jembatan aspirasi pedagang kepada pemerintah.
Rangkaian kegiatan ruwat pasar ini mendapat antusiasme besar dari warga dan pedagang, serta diharapkan menjadi agenda tahunan yang membawa berkah bagi perekonomian masyarakat. (dims)
Editor : Redaksi