Kodat86 Temukan Indikasi SPPD Fiktif Anggota DPRD Kota Batam: Segera Dilaporkan ke KPK

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kodat86 Temukan Indikasi SPPD Fiktif Anggota DPRD Kota Batam
Kodat86 Temukan Indikasi SPPD Fiktif Anggota DPRD Kota Batam

i

BATAM - LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) menemukan indikasi Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif anggota DPRD Kota Batam. Mereka diduga memalsukan laporan kwitansi pembayaran hotel, boarding pass maupun akomodasi. Praktek manipulasi inipun disinyalir sudah berlangsung dari tahun ke tahun.

"Masing-masing anggota dewan bisa menerima 5 hingga 20 juta setiap bulan. Kita sedang menyusun data-datanya biar terjadi sinkronisasi. Pertanyaannya apakah semua anggota dewan atau hanya beberapa saja yang terlibat ini," kata Ketua Kodat86 Cak Ta'in Komari SS kepada media Jum'at (28/11).

Menurut Cak Ta'in, untuk melihat potensi terjadinya korupsi itu mudah. Lihat saja besaran anggaran yang dikelola sekretariat DPRD, ada kejanggalan atau tidak. Sebab prinsip pengangguran harus memenuhi unsur kewajaran dan kepatutan. "Kalau normal, kebutuhan anggaran DPRD Batam setahun itu paling sekitar 100 miliar cukup, jika berlebih maka tinggal dicek beberapa pos anggaran nya, terutama ada tidaknya proyek infrastruktur di dalamnya," ujarnya.

Mantan jurnalis, akademisi dan staf ahli DPRD itu, menegaskan dirinya sangat paham bagaimana proses penganggaran dalam program-program pemerintahan, termasuk di sekretariat DPRD Batam. Dinyatakan, dugaan SPPD fiktif itu hampir setiap tahun muncul, bahkan pernah diperiksa penegak hukum meski akhirnya tidak berjalan sampai tuntas.

"Potensi yang bisa dimanipulasi itu, mulai dari mark up pengadaan barang pakai habis, anggaran belanja konsumsi makan dan minum, mark up anggaran kegiatan, bahkan mem-fiktifkan beberapa program dan kegiatan. Akumulasi kita hitung dari total anggaran sekretariat dewan, wajar gak habis semua. Namun Kami coba fokus pada SPPD fiktif itu, sebab ini yang berulang setiap tahun dan memunculkan spekulasi," jelasnya.

Lebih lanjut Cak Ta'in menjelaskan, SPPD fiktif dimulai dari tujuan kunjungan kerja, kebenaran keberangkatan, pemesanan dan kwitansi pembayaran hotel, hingga boarding pas. "Kita sedang menginventarisir semua program dan kegiatan yang berkaitan dengan perjalanan dinas. Dari jumlah anggarannya saja akan ketahuan apakah angkanya sesuai atau berlebih? Informasi dan data yang kita dapat sementara sudah cukup untuk disampaikan kepada aparat penegak hukum untuk diproses lebih lanjut," jelasnya.

Kebetulan, lanjut Cak Ta'in, pekan depan dirinya harus memenuhi panggilan salah satu lembaga penegak hukum di Jakarta, sehingga dapat sekalian menyampaikan data dan informasi awal ke penyidik. "Bisa langsung menyampaikan laporan resmi nanti, sebab saat ini kami sedang menyusun narasi tentang dugaan korupsi tentang SPPD fiktif di beberapa DPRD di Kepri, termasuk DPRD Kota Batam. Segera kita selesaikan laporan dan berkasnya," tandasnya. ***

Berita Terbaru

Tepis Klaim Hotman Paris, Mensesneg: Pemeriksaan Febrie Tak Perlu Izin Presiden

Tepis Klaim Hotman Paris, Mensesneg: Pemeriksaan Febrie Tak Perlu Izin Presiden

Senin, 20 Jul 2026 19:52 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:52 WIB

JAKARTA- Istana Kepresidenan membantah klaim pemeriksaan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah harus mendapat izin Presiden terlebih dahulu. Penegasan tersebut…

Sertijab Ka Yanma Polda Sulbar, Kapolda: Jaga Amanah Ini dengan Tanggung Jawab

Sertijab Ka Yanma Polda Sulbar, Kapolda: Jaga Amanah Ini dengan Tanggung Jawab

Senin, 20 Jul 2026 14:53 WIB

Senin, 20 Jul 2026 14:53 WIB

POLDA SULBAR - Upacara serah terima jabatan Ka Yanma Polda Sulbar berlangsung khidmat di Lobi Utama Mapolda Sulbar, Senin (20/7/26). Kegiatan ini dipimpin…

Cetak Bintara Berintegritas, Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Buka Pendidikan Polri TA 2026 di SPN Batua

Cetak Bintara Berintegritas, Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Buka Pendidikan Polri TA 2026 di SPN Batua

Senin, 20 Jul 2026 11:02 WIB

Senin, 20 Jul 2026 11:02 WIB

POLDA SULBAR– Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, memimpin upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Berkemampuan …

Wali Kota Eri Cahyadi Cari Langsung Umik Terduga Pelaku Pungli PKL di Taman Bungkul Surabaya

Wali Kota Eri Cahyadi Cari Langsung Umik Terduga Pelaku Pungli PKL di Taman Bungkul Surabaya

Senin, 20 Jul 2026 10:34 WIB

Senin, 20 Jul 2026 10:34 WIB

SURABAYA- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, …

Langkah Menjadi Bhayangkara Sejati, Tradisi Gunting Rambut Warnai Pembukaan Pendidikan Bintara Polda Sulbar

Langkah Menjadi Bhayangkara Sejati, Tradisi Gunting Rambut Warnai Pembukaan Pendidikan Bintara Polda Sulbar

Senin, 20 Jul 2026 10:29 WIB

Senin, 20 Jul 2026 10:29 WIB

POLDA SULBAR- Suasana khidmat dan penuh makna menyelimuti halaman Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulawesi Barat, Senin (20/7/26). Usai upacara pembukaan…

VIRAL BOCOR ALUS: Febrie Diduga Hubungi Pak Haji 'Kalimantan' dan E 'Pengusaha Sepakbola' untuk Ngakui Emas Miliknya

VIRAL BOCOR ALUS: Febrie Diduga Hubungi Pak Haji 'Kalimantan' dan E 'Pengusaha Sepakbola' untuk Ngakui Emas Miliknya

Senin, 20 Jul 2026 10:24 WIB

Senin, 20 Jul 2026 10:24 WIB

JAKARTA- Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, memasuki babak baru yang penuh spekulasi. Kabar…