Tantangan Atasi Rob di Surabaya, DPRD Siapkan Strategi dan Payung Hukum Baru

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Panitia Khusus (Pansus), Sukadar
Ketua Panitia Khusus (Pansus), Sukadar

i

SURABAYA — Ancaman banjir rob yang terus membayangi kawasan timur Surabaya menjadi fokus utama DPRD Kota Surabaya dalam pembahasan Raperda Penanggulangan Banjir. Ketua Panitia Khusus (Pansus), Sukadar, menegaskan bahwa Surabaya membutuhkan strategi terukur serta payung hukum yang kuat untuk mengatasi permasalahan banjir, termasuk yang dipicu pasang air laut.

“Banjir rob itu menjadi konsentrasi kita. Tanggul laut pun direncanakan sebagai langkah penting untuk menghalau rob dari laut timur Surabaya,” ujar Sukadar di Surabaya, Rabu (3/12/2025).

Hitung Infrastruktur dan Anggaran Besar Penanganan Banjir

Dalam pembahasan Raperda, Pansus menyoroti empat komponen utama penanggulangan banjir, mulai dari kebutuhan pompa, pintu air, hingga infrastruktur pendukung aliran sungai menuju laut. Meski begitu, untuk kawasan dataran yang tidak memiliki aliran langsung ke sungai, kajian teknis masih perlu pendalaman lebih lanjut.

Selain infrastruktur, Pansus juga tengah merumuskan estimasi kebutuhan anggaran. Berdasarkan data Pemkot Surabaya, setidaknya Rp20,8 triliun dibutuhkan untuk mengurangi banjir di Kota Pahlawan. Angka tersebut belum termasuk pembangunan pagar laut untuk menahan banjir rob yang semakin sering terjadi.

Tiga Penyebab Utama yang Masih Menghambat

Sukadar menjelaskan bahwa banjir di Surabaya tidak hanya disebabkan faktor alam, tetapi juga persoalan struktural dan sosial. Pertama, jaringan saluran air yang belum tersambung secara menyeluruh sehingga masih bekerja parsial. Kedua, rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran karena sampah yang dibuang sembarangan kerap menyumbat aliran air.

Ketiga, saluran primer dan sekunder belum tertangani optimal karena keterbatasan kewenangan. “Kita tidak punya sungai. Pengelolaan sungai itu kewenangannya ada di Provinsi Jatim dan BBWS, bukan di Pemkot Surabaya,” tegas politisi senior PDIP tersebut.

Dorong Intervensi Sungai Meski Bukan Kewenangan Kota

Untuk itu, Raperda Penanggulangan Banjir menjadi instrumen penting agar Pemkot Surabaya memiliki landasan hukum melakukan intervensi terhadap pengelolaan sungai—meski kewenangannya berada di provinsi. Dengan regulasi ini, DPRD berharap koordinasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat dapat berjalan lebih efektif.

“Dengan Raperda ini, kita punya payung hukum untuk mengatasi banjir, termasuk bagaimana kita bisa ikut mengatur sungai meskipun kewenangan resminya bukan milik kota,” pungkas Sukadar. (dims)

Berita Terbaru

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

KPK Temukan Indikasi Pengondisian Audit BPK di Daerah Lain

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB

JAKARTA– KPK menemukan indikasi pengondisian hasil audit BPK di daerah lain saat mengusut dugaan suap audit Pemkab Muara Enim. Temuan tersebut diperoleh p…

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Ditlantas Polda Sulbar Uji Coba Aplikasi E‑Teguran, Langkah Awal Digitalisasi Pembinaan

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:16 WIB

POLDA SULBAR- Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat melaksanakan uji coba penerapan aplikasi E‑Teguran di depan Gedung BPKB Mamuju, Rabu (2…

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Resmi! Kepala Bea Cukai Kediri Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Importasi PT Blueray

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 15:01 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan seorang pejabat Bea Cukai sebagai tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan suap importasi barang. P…

Pengendara Vario dan Pejalan Kaki Tewas Dihantam Truk Rem Blong di Jombang, Ini Kronologinya

Pengendara Vario dan Pejalan Kaki Tewas Dihantam Truk Rem Blong di Jombang, Ini Kronologinya

Rabu, 22 Jul 2026 14:48 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 14:48 WIB

JOMBANG- Kecelakaan maut terjadi di depan pabrik sepatu PT Pei Hai, Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Selasa (22/7/2026) sekitar pukul 06.30…

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Mamuju Run Jilid 2, Kapolda Sulbar Dukung Penuh Keamanan dan Keselamatan

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 10:09 WIB

Event kali ini menargetkan peserta 4.500 orang.…

Mantan Dirut KBS Jadi Ditahah Kejati Jatim Usai Jadi Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Mantan Dirut KBS Jadi Ditahah Kejati Jatim Usai Jadi Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Rabu, 22 Jul 2026 08:54 WIB

Rabu, 22 Jul 2026 08:54 WIB

SURABAYA- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetapkan mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TS KBS) Choirul Anwar…