Tegas Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung, Deni Wicaksono: Kemunduran Demokrasi!

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Deni Wicaksono
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Deni Wicaksono

i

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Deni Wicaksono bersikap tegas menolak wacana pemilihan kepala daerah tidak langsung atau melalui DPRD. Sikap tersebut sejalan dengan posisi resmi PDI Perjuangan yang telah disampaikan secara terbuka ke publik.

“Ini kemunduran demokrasi, ketika kemudian kita sudah maju ke depan, harus mundur kembali dengan dasar argumentasi yang menurut saya hari ini belum klir,” kata Deni di Surabaya, Kamis (1/1/2026).

Menurut Deni, pemilihan gubernur serta bupati atau wali kota oleh DPRD tidak memiliki dasar argumentasi yang kuat. Dia mempertanyakan alasan utama wacana tersebut sebelum publik diajak membahas sistem yang akan diterapkan.

“Sebelum kita masuk ke sistemnya seperti apa, kita lihat dasarnya apa sih, alasannya apa sih. Kenapa kemudian partai-partai mendorong untuk pemilihan oleh DPRD,” ujar dia.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menilai alasan biaya pilkada yang kerap dijadikan dasar perubahan sistem tidak bisa dibenarkan. Menurut dia, mahalnya pilkada seharusnya dijawab dengan perbaikan mekanisme, bukan mengubah hak pilih rakyat.

“Alasannya kan pilkada berbiaya mahal. Apakah kemudian dengan biaya mahal sistemnya diubah? Kan tidak seperti itu. Perbaiki dong mekanismenya, penyelenggaranya, teknisnya, aturannya,” ujarnya.

Deni menyebut suara rakyat tetap menjadi fondasi utama demokrasi langsung. Meski DPRD merupakan wakil rakyat, dia memandang keterwakilan tersebut tidak bisa menggantikan kehendak pemilih secara utuh.

“Ketika aspirasi puluhan ribu rakyat kemudian diwakilkan ke satu orang untuk memilih seseorang, itu saya rasa keterwakilannya kurang pas juga,” katanya.

Dia mencontohkan pengalaman pribadinya dalam pemilu legislatif. Menurut dia, tidak ada jaminan suara pemilih dapat diseragamkan dalam satu pilihan politis.

“Perolehan suara saya kemarin 91 ribu. Apakah 91 ribu orang itu semuanya sepakat memilih satu orang, saya tidak bisa menjamin,” ujar dia.

Di sisi lain, Deni menegaskan PDI Perjuangan tetap menghargai dinamika politik yang berkembang. Dia menekankan komitmen partai untuk menjaga amanat reformasi terkait pemilihan langsung kepala daerah.

“Bahwa kepala daerah dipilih rakyat itu masih menjadi salah satu amanat reformasi yang kita perjuangkan bersama,” kata dia.

Deni juga menegaskan PDI Perjuangan siap menerima hasil akhir jika kalah dalam pengambilan keputusan. Namun, sikap politik partai disebut sudah jelas dan terbuka.

“Biarkan rakyat mencatat bahwa PDI Perjuangan punya sikap yang tegas. Kalau kami kalah, kami akan mengakui undang-undang yang berlaku, tapi sikap kami jelas, pilkada harus tetap dipilih langsung oleh rakyat,” pungkas Deni. (*)

Berita Terbaru

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

SURAKARTA— Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV di Keraton Surakarta Hadiningrat …

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…