RS Kompeten Tanpa Aturan Jelas, Layanan Bisa Lumpuh: Lia Istifhama Desak Negara Hadir

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama

i

SURABAYA — Penerapan kebijakan rumah sakit kompeten melalui skema Rujukan Berbasis Kompetensi (RBK) dinilai berisiko melumpuhkan layanan kesehatan jika dijalankan tanpa kepastian regulasi. Tanpa peta kapasitas dan aturan teknis yang jelas, rumah sakit—terutama swasta—berpotensi dirugikan dan masyarakat terancam kehilangan akses layanan. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan negara harus hadir dan tidak membiarkan rumah sakit menanggung beban kebijakan sendirian.

Lia Istifhama menyampaikan sikap tersebut menindaklanjuti aspirasi Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) yang menilai implementasi RBK hingga kini belum siap diterapkan secara menyeluruh. Menurutnya, kebijakan yang dipaksakan tanpa kesiapan sistem justru akan menciptakan kekacauan layanan di lapangan.

“Rumah sakit ini melayani manusia, bukan mesin. Kalau RBK diterapkan tanpa aturan yang jelas dan adil, layanan bisa lumpuh. Negara tidak boleh lepas tangan,” tegas Lia Istifhama.

Ia menyoroti belum adanya pemetaan kapasitas fasilitas kesehatan yang akurat sebagai akar masalah utama. Tanpa data yang valid tentang kemampuan rumah sakit dan fasilitas kesehatan primer, sistem rujukan berpotensi timpang dan memicu penumpukan pasien di satu titik, sementara rumah sakit lain terabaikan.

Selain itu, budaya layanan kesehatan yang masih sangat kuratif dinilai belum siap menghadapi perubahan sistem rujukan. Banyak pasien dan faskes primer masih terbiasa merujuk langsung ke rumah sakit, sehingga kebijakan RBK rawan memicu penolakan layanan dan konflik antara pasien dan tenaga kesehatan.

“Kondisi ini menempatkan rumah sakit dalam situasi serba salah. Diikat aturan, tetapi berhadapan langsung dengan pasien yang butuh layanan cepat,” katanya.

Lia juga mengkritisi keterbatasan fasilitas kesehatan primer yang belum didukung pendidikan berkelanjutan, pelatihan, serta teknologi penilaian kompetensi yang memadai. Tanpa penguatan di hulu, RBK justru membebani rumah sakit di hilir.

Masalah sumber daya manusia juga menjadi sorotan. Banyak rumah sakit, khususnya di daerah, masih kekurangan tenaga kesehatan berkompeten. Padahal, konsep rumah sakit kompeten sangat bergantung pada ketersediaan SDM yang memadai dan berkelanjutan.

Sebagai senator daerah, Lia Istifhama memastikan akan mengawal aspirasi PERSI hingga tingkat nasional. Ia mendesak pemerintah segera menerbitkan regulasi RBK yang jelas, terukur, dan tidak merugikan rumah sakit, sekaligus memberikan masa transisi yang realistis.

“Jangan jadikan rumah sakit korban kebijakan. Mutu layanan harus naik, tetapi keberlangsungan rumah sakit juga harus dilindungi,” pungkasnya. (dims)

Berita Terbaru

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Janji Buka Suara, 15 Pertanyaan Publik Soal 4 Terduga Pengguna Sabu Masih Tunggu Jawaban

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Janji Buka Suara, 15 Pertanyaan Publik Soal 4 Terduga Pengguna Sabu Masih Tunggu Jawaban

Sabtu, 18 Jul 2026 20:33 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 20:33 WIB

SIDOARJO – Polemik dipulangkannya empat orang yang sebelumnya diamankan dalam dugaan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kecamatan Candi masih terus menyita p…

Wakapolda Sulbar: Kesiapan SPN Kunci Lahirkan SDM Polri yang Unggul dan Bermutu

Wakapolda Sulbar: Kesiapan SPN Kunci Lahirkan SDM Polri yang Unggul dan Bermutu

Sabtu, 18 Jul 2026 16:50 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 16:50 WIB

POLDA SULBAR- Memastikan ketersediaan sarana yang layak dan mendukung proses pendidikan serta pembentukan karakter calon Bhayangkara masa depan, Wakapolda…

Satresnarkoba Polres Mamuju Tengah Bongkar Jaringan Sabu Palu-Topoyo, Begini Modusnya

Satresnarkoba Polres Mamuju Tengah Bongkar Jaringan Sabu Palu-Topoyo, Begini Modusnya

Sabtu, 18 Jul 2026 15:20 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 15:20 WIB

MAMUJU TENGAH – Komitmen jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mamuju Tengah (Mateng), Polda Sulbar, dalam memberantas peredaran gelap n…

Karaton Surakarta Gelar Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo

Karaton Surakarta Gelar Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo

Sabtu, 18 Jul 2026 15:13 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 15:13 WIB

SURAKARTA – Karaton Surakarta Hadiningrat menggelar Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo pada Sabtu Legi, 18 Juli 2026, b…

Lewat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sulbar Bagikan Beras Ringankan Beban Warga Mamuju

Lewat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sulbar Bagikan Beras Ringankan Beban Warga Mamuju

Sabtu, 18 Jul 2026 12:53 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 12:53 WIB

POLDA SULBAR - Program unggulan Ditlantas Polda Sulbar lewat “Polantas Karib” kembali hadir menyapa dan mengulurkan tangan bagi warga yang membutuhkan di Kota M…

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina Final Piala Dunia 2026: Lamine Yamal dan Lionel Messi Jadi Sorotan

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina Final Piala Dunia 2026: Lamine Yamal dan Lionel Messi Jadi Sorotan

Sabtu, 18 Jul 2026 10:00 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 10:00 WIB

NEW JERSEY- Panggung pamungkas turnamen sepak bola termegah di dunia akhirnya resmi terbentuk. Dua raksasa sepak bola dari konfederasi berbeda, Spanyol dan…