Pemkot Surabaya Optimalkan Peran Kampus untuk Akselerasi Ekonomi dan Inovasi Daerah

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kolaborasi Pemkot Surabaya dan Perguruan Tinggi dibahas dalam rapat yang digelar di Graha Sawunggaling.
Kolaborasi Pemkot Surabaya dan Perguruan Tinggi dibahas dalam rapat yang digelar di Graha Sawunggaling.

i

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng perguruan tinggi untuk merumuskan strategi menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari kolaborasi heptahelix dalam mewujudkan visi Surabaya 2025-2029 menuju kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Graha Sawunggaling, Gedung Pemkot Surabaya, Rabu (14/1/2026). Rakor ini diikuti para kepala perangkat daerah (PD) bersama lebih dari 100 rektor atau perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Surabaya.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menegaskan peran perguruan tinggi sangat strategis dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi ke depan.

"Rapat koordinasi bertujuan untuk meningkatkan peran perguruan tinggi dalam rangka menurunkan tingkat pengangguran terbuka dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2026. Kami sampaikan bahwa Pemkot Surabaya ini mempunyai pekerjaan rumah yang tidak ringan," ujar Agus.

Agus menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi menjadi kata kunci utama. Menurutnya, arah kebijakan nasional juga menargetkan pertumbuhan yang tinggi dalam beberapa tahun ke depan. "Jadi, kata kuncinya adalah pertumbuhan ekonomi tidak boleh rendah. Bahkan diharapkan dalam waktu sampai dengan 4 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo bisa mencapai angka 8 persen," katanya.

Agus menjelaskan, Pemkot Surabaya telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID) yang didukung Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil kajian tim tersebut menunjukkan bahwa tantangan mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi tidak bersifat tunggal. "Di antaranya adalah tingkat pengangguran terbuka. Kemudian ekonomi di level mikro, di kampung-kampung yang sepertinya bisa maju dengan sangat tapi belum begitu besar," ungkapnya.

Karena itu, Agus menyatakan bahwa Pemkot Surabaya mendorong kolaborasi erat dengan perguruan tinggi. Khususnya dalam pemanfaatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. "Maka hari ini kita bertemu di sini untuk mencari pola bagaimana akhirnya perguruan tinggi yang memang majornya ada di posisi ilmu pengetahuan, disupport riset, dan pengembangan-pengembangan itu nanti bisa terkolaborasi dengan kami di Pemkot Surabaya," jelas Agus.

Pihaknya menilai, persoalan di tingkat kampung hingga kota sejatinya dapat menjadi bahan riset yang relevan bagi perguruan tinggi. "Masalah-masalah yang ada di masyarakat, di kampung-kampung, di level kota kalau tersampaikan dengan lengkap dan detail sampai perguruan tinggi, maka akan ketemu dengan kebutuhan perguruan tinggi," tuturnya.

Menurut Agus, riset mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3 selalu berangkat dari persoalan. Jika informasi kebutuhan daerah dan kampus dapat dikolaborasikan, hal itu diyakininya mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Surabaya. "Kalau bisa kita kolaborasikan informasinya, itu akan jadi percepatan dan penggerak agar (ekonomi) lebih cepat meningkat sebagaimana harapan pemerintah pusat bahwa (pertumbuhan ekonomi) akan tercapai 8 persen di tahun 2029," paparnya.

Karena itu, Agus pun membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan seluruh akademisi atau perguruan tinggi yang ada di Kota Pahlawan. "Mohon masukan, mohon saran-saran, sehingga kolaborasi Pemkot Surabaya dengan kampus bisa semakin mantap, dan ekonomi Surabaya bisa melesat sebagaimana yang kita harapkan bersama," harapnya.

Di waktu yang sama, Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, memaparkan capaian indikator makro pembangunan sekaligus arah sinergi Surabaya depan. Utamanya, dalam pengembangan ekonomi kreatif dan peran generasi Z.

Irvan menyampaikan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya pada 2025 meningkat menjadi 85,65 dari sebelumnya 84,69. Nilai investasi juga naik dari Rp40,48 triliun pada 2024 menjadi Rp43,6 triliun pada 2025. "Pertumbuhan ekonomi 2024 tercatat 5,76 persen, meningkat dibanding 2023 sebesar 5,70 persen. Angka kemiskinan pun turun dari 3,96 persen menjadi 3,56 persen pada 2025," kata Irvan.

Kemudian untuk ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Surabaya turun dari 4,91 persen pada 2024 menjadi 4,84 persen pada 2025. Sementara Indeks Gini membaik dari 0,381 pada 2024 menjadi 0,369 pada 2025.

Pada tahun 2026, Pemkot Surabaya telah menetapkan sejumlah target makro pembangunan, antara lain tingkat Kemiskinan 3,48 persen dan TPT 4,47 persen. Sedangkan IPM ditargetkan mencapai 85,26, Indeks Gini berada pada rentang 0,348-0,375, dan Pertumbuhan Ekonomi sebesar 5,80 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Irvan menuturkan bahwa Pemkot Surabaya menyiapkan beberapa strategi utama. Di antaranya, adalah penguatan sinergi sumber daya manusia (SDM) dan inkubasi. Dimana perguruan tinggi berperan membina kualitas SDM kreatif termasuk Gen Z. "Sementara pemerintah menyediakan ekosistem pendukung berupa pelatihan, inkubasi, pembiayaan, dan infrastruktur ekonomi kreatif," tutur Irvan.

Yang kedua, melalui kolaborasi pentahelix dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berkelanjutan. Dimana Pemkot Surabaya dan Forum Rektor memimpin sinergi akademisi, dunia usaha, komunitas, media, serta pemerintah.

Selain itu, Irvan menyebut, Pemkot Surabaya juga mendorong kolaborasi program ekonomi kreatif berbasis Kampung Pancasila dan Gen Z. "Program tersebut meliputi penguatan UMKM kreatif berbasis potensi lokal, inkubasi bisnis, branding, digitalisasi, hingga hilirisasi riset kampus menjadi produk kreatif," papar Irvan.

Pada sisi Gen Z, Irvan menambahkan bahwa stimulasi dilakukan melalui program kreativitas konten digital, startup kreatif, event kreatif, hingga inkubator talenta muda. Termasuk pula melalui kompetisi ide inovatif, serta peran Gen Z sebagai motor promosi dan inovasi ekonomi kreatif.

"Sedangkan Kampung Pancasila diarahkan menjadi laboratorium sosial dan ekonomi kreatif, yang menanamkan nilai gotong royong, inklusivitas, dan kearifan lokal, sekaligus menjadi ruang ekspresi budaya, seni, kuliner, dan ekonomi warga," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

"Perguruan tinggi berperan penting dalam perekonomian Kota Surabaya. Maka dalam penyusunan perekonomian, BPS mengajak perguruan tinggi berpartisipasi dalam survei BPS dengan mengisi mandiri yang telah dikirimkan pada email perguruan tinggi," ujar Arrief.

Ia menjelaskan, survei tersebut dilakukan secara triwulanan dengan tujuan meningkatkan keberagaman data sehingga berdampak pada kualitas penghitungan perekonomian Kota Surabaya. "Survei ini bertujuan untuk meningkatkan keberagaman data yang berdampak pada semakin berkualitasnya penghitungan perekonomian Kota Surabaya," jelasnya.

Selain itu, perguruan tinggi juga diharapkan berperan sebagai jembatan dalam proses pendataan mahasiswa, khususnya yang terlibat dalam sektor ekonomi kreatif. "Dengan tujuan untuk mendapatkan direktori mahasiswa yang berkontribusi pada ekonomi kreatif," katanya.

Menurutnya, direktori tersebut akan menjadi dasar bagi Pemkot Surabaya dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan ekonomi yang lebih tepat sasaran, khususnya bagi generasi Z. "Dengan direktori ini, Pemerintah Kota Surabaya dapat membuat kebijakan yang tepat dan terarah pada generasi z ini yang berdampak pada ketenagakerjaan dan perekonomian," pungkasnya. (*)

Berita Terbaru

Gerak Cepat Biddokkes Polda Sulbar Bantu Penanganan Medis Korban Kebakaran di Jalan Mangga Mamuju 

Gerak Cepat Biddokkes Polda Sulbar Bantu Penanganan Medis Korban Kebakaran di Jalan Mangga Mamuju 

Rabu, 04 Nov 2026 19:49 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 19:49 WIB

POLDA SULBAR – Menanggapi musibah kebakaran yang melanda kawasan pemukiman warga di Mamuju, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulbar bergerak c…

Kunjungan Dadakan Kapolda Sulbar Cek Satker, Progres Renovasi Masjid dan Koperasi Polda serta Dorong Konten Bermanfaat

Kunjungan Dadakan Kapolda Sulbar Cek Satker, Progres Renovasi Masjid dan Koperasi Polda serta Dorong Konten Bermanfaat

Rabu, 04 Nov 2026 13:43 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:43 WIB

POLDA SULBAR  - Untuk memastikan seluruh personel bekerja secara efektif dan maksimal selama jam dinas, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto didampingi p…

Kapolda Sulbar Berikan Wejangan untuk Polwan, Peduli Kebersihan hingga Bijak Bermedsos

Kapolda Sulbar Berikan Wejangan untuk Polwan, Peduli Kebersihan hingga Bijak Bermedsos

Rabu, 04 Nov 2026 13:13 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 13:13 WIB

POLDA SULBAR – Kapolda, Irjen Pol Totok Suharyanto, memberikan wejangan khusus kepada 119 personel Polisi Wanita (Polwan) di lingkungan Polda Sulbar. D…

Ungguli Daerah Lain, Pemkab Ponorogo Masuk Tiga Besar Penyelenggaraan Nama Rupabumi Se-Jatim

Ungguli Daerah Lain, Pemkab Ponorogo Masuk Tiga Besar Penyelenggaraan Nama Rupabumi Se-Jatim

Rabu, 04 Nov 2026 10:55 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:55 WIB

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengukir prestasi bangga di tingkat provinsi. Ponorogo berhasil bertengger dalam jajaran tiga besar P…

Wali Kota Eri Minta Warga Surabaya Ikut Awasi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Wali Kota Eri Minta Warga Surabaya Ikut Awasi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan

Rabu, 04 Nov 2026 10:35 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:35 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat turut mengawasi keberadaan bangunan usaha maupun tempat tinggal di lingkungan masing-masing. Warga…

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Diskotek, Pengelola Wajib Sediakan Fasilitas Penanganan Pengunjung Mabuk

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Diskotek, Pengelola Wajib Sediakan Fasilitas Penanganan Pengunjung Mabuk

Rabu, 04 Nov 2026 10:33 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 10:33 WIB

SURABAYA-  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap tempat Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU), khususnya diskotek dan klub malam. …

Arahan Kapolda Sulbar Jelang Penutupan Operasi Patuh 2026, Utamakan Tiga Pendekatan dan Jangan Arogan

Arahan Kapolda Sulbar Jelang Penutupan Operasi Patuh 2026, Utamakan Tiga Pendekatan dan Jangan Arogan

Rabu, 04 Nov 2026 09:53 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 09:53 WIB

POLDA SULBAR- Menjelang hari terakhir pelaksanaan Operasi Patuh 2026, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto memberikan arahan penting kepada seluruh…

109 Personel Polda Sulbar, Makin Perkuat Garis Depan Pelayanan di Polres Jajaran

109 Personel Polda Sulbar, Makin Perkuat Garis Depan Pelayanan di Polres Jajaran

Rabu, 04 Nov 2026 09:45 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 09:45 WIB

POLDA SULBAR- Kepolisan Daerah Sulawesi Barat kembali melakukan penguatan personel di tingkat Polres dan Polsek melalui mutasi susulan yang diterbitkan oleh…

Ketua DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda 1 tahun 2023 terkait Jam Operasional Pasar

Ketua DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda 1 tahun 2023 terkait Jam Operasional Pasar

Rabu, 04 Nov 2026 06:11 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 06:11 WIB

SURABAYA – Polemik pembatasan jam operasional Pasar Buah Tanjungsari mulai mengarah pada evaluasi regulasi. Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri alias Kaji I…

Halte Bus Surabaya Masih Minim Fasilitas, Laila Mufidah Desak Pemkot Segera Berbenah

Halte Bus Surabaya Masih Minim Fasilitas, Laila Mufidah Desak Pemkot Segera Berbenah

Rabu, 04 Nov 2026 06:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 06:09 WIB

SURABAYA – Kenyamanan transportasi publik di Kota Surabaya ternyata bukan hanya soal ketersediaan armada. Kondisi halte yang masih minim fasilitas juga menjadi …