PROBOLINGGO — Aksi nyata dilakukan oleh Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Probolinggo yang memberikan bantuan langsung kepada warga terdampak, khususnya korban kebakaran di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran.
Bantuan yang disalurkan berupa sembako, kompor, hingga pakaian bekas layak pakai.
Aksi sosial yang digelar pada Kamis (22/1/2026) itu dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kota Probolinggo, Salamul Huda.
Kehadiran pengurus organisasi pemuda Nahdlatul Ulama ini turut di dampingi oleh Lurah Sukoharjo, Bambang Sugih Artanto, serta Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) setempat, menunjukkan sinergi yang baik antara organisasi masyarakat dan pemerintah lokal.
Bantuan diterima secara langsung oleh Supatti, warga yang menjadi korban kebakaran. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk respon cepat untuk meringankan beban keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
"Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial GP Ansor terhadap masyarakat, khususnya warga yang sedang mengalami kesulitan. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang ditanggung," ujar Salamul Huda saat menyerahkan bantuan.
Tidak berhenti pada pemberian bantuan materi, PC GP Ansor Kota Probolinggo juga menginisiasi tindak lanjut berupa aksi kebersihan. Organisasi tersebut akan mengerahkan sejumlah kadernya untuk melakukan bersih-bersih di lokasi kebakaran.
Aksi ini bertujuan untuk memudahkan proses pemulihan dan membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang masih berserakan.
"Setelah bantuan kebutuhan pokok, langkah selanjutnya adalah membantu membersihkan lokasi. Ini bagian dari ikhtiar memulihkan kondisi dan semangat korban," tambah Salamul Huda.
Lurah Sukoharjo, Bambang Sugih Artanto, menyambut baik inisiatif yang dilakukan GP Ansor. Menurutnya, kolaborasi seperti ini sangat penting dalam penanganan pasca-bencana di tingkat komunitas.
"Kami mewakili warga, terutama korban kebakaran, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada GP Ansor. Bantuan dan aksi nyata ini sangat berarti dan memberikan energi positif bagi warga untuk bangkit," pungkas Bambang.
Sebelumnya, sebuah rumah tinggal di kawasan padat penduduk ludes dilalap si jago merah pada Rabu (21/1/2026) siang. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan KH. Hasan Genggong, Gang Pendekar, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran.
Rumah yang terbakar tersebut adalah milik pasangan lansia Atmari (68) dan Supatti (57). Supatti diketahui sehari-hari berprofesi sebagai penarik becak dan pengumpul barang bekas.
Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik (korsleting) yang pertama kali muncul dari kamar di sisi barat rumah. Saat api berkobar, istri dan anak korban sedang berada di dalam.
Beruntung, mereka menyadari bahaya lebih awal dan berhasil menyelamatkan diri dengan cepat sebelum api meluas dan menghanguskan seluruh bangunan.*
Editor : Redaksi