SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya merancang program dukungan anggaran bagi generasi muda di tingkat Rukun Warga (RW) pada tahun 2026. Program ini ditujukan untuk mendorong kreativitas serta aktivitas positif anak-anak muda melalui skema dana pembinaan.
Dalam pernyataan yang berkembang di publik, masing-masing RW disebut akan memperoleh alokasi dana sebesar Rp5 juta setiap bulan. Namun, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Rio Pattiselanno, menyampaikan bahwa angka tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan hasil pembahasan anggaran.
Rio mengungkapkan, dalam dokumen anggaran tahun 2026, program yang diberi nama intervensi Gen Z hanya dialokasikan sebesar Rp35 juta per RW dalam satu tahun.
“Yang dibahas di anggaran itu judulnya intervensi Gen Z sebesar Rp35 juta per tahun,” kata Rio saat ditemui wartawan, Senin (26/1/2026).
Menurut politisi PSI itu, intervensi Gen Z dirancang untuk menjawab dua persoalan utama, yakni upaya pengentasan kemiskinan serta pemberdayaan anak-anak muda di lingkungan kampung. Karena itu, ia menilai program tersebut penting untuk terus dikawal agar tepat sasaran.
“Program ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak muda,” ujarnya.
Rio kemudian menyinggung perbedaan perhitungan anggaran dengan pernyataan wali kota yang menyebut angka Rp5 juta per bulan. Ia menilai, jika skema tersebut diterapkan, maka total anggaran per RW dalam setahun mencapai Rp60 juta.
“Kalau Rp5 juta per bulan berarti setahun Rp60 juta. Sementara yang dibahas di anggaran hanya Rp35 juta,” katanya.
Ia menduga pernyataan tersebut muncul karena besarnya antusiasme wali kota terhadap program pemberdayaan generasi muda setelah melihat langsung semangat pemuda di lapangan.
“Mungkin karena melihat langsung antusiasme anak-anak muda, sehingga disampaikan Rp5 juta per bulan,” ujar Rio.
Meski demikian, Rio menegaskan bahwa secara hitungan anggaran, alokasi Rp35 juta per tahun setara dengan sekitar Rp2,9 juta per bulan.
“Kalau dibagi 12 bulan, nilainya sekitar Rp2,9 juta, bukan Rp5 juta,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa selisih anggaran tersebut berpotensi muncul dalam pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) ke depan, terutama jika dikalikan dengan jumlah RW di Surabaya. (dims)
“Kekurangannya bisa mencapai Rp25 juta per RW. Kalau dikalikan 1.360 RW, angkanya akan cukup besar,” pungkas Rio.
Saat ini, total anggaran program intervensi Gen Z yang tercantum dalam pembahasan mencapai Rp47,6 miliar.
Editor : Redaksi