PROBOLINGGO — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo bergerak cepat membantu warga yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Kraksaan dan tanah longsor di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, pada Sabtu (21/2/2026) malam.
Dalam operasi penanganan bencana tersebut, DPC PDIP membagi jajaran pengurusnya ke dalam tiga tim.
Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, Gus Fikri Syafi'i, diterjunkan untuk meninjau langsung lokasi tanah longsor di Desa Tambak Ukir.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP yang juga anggota DPRD, Abdul Basit, bertugas membuka dapur umum bersama tim guna memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi dan warga terdampak.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo, Khairul Anam, turun langsung ke lokasi banjir di wilayah Kraksaan. Sejak pukul 23.00 WIB, ia bersama jajaran pengurus partai berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta unsur terkait untuk mengevakuasi warga di Kelurahan Sidomukti dan Kelurahan Kraksaan Wetan.
"Kami bersama BPBD dan unsur terkait berada di lokasi sejak pukul 23.00 WIB. Fokus kami adalah mengevakuasi warga yang sakit, lansia, serta bayi yang rumahnya terendam banjir," ujar Khairul Anam dalam keterangannya, Minggu (22/2/2026).
Sebagai bentuk kepedulian di bulan Ramadan, DPC PDIP turut menyalurkan bantuan makanan untuk sahur bagi warga terdampak.
Namun, Khairul Anam mengakui bahwa distribusi bantuan belum dapat menjangkau seluruh korban akibat keterbatasan logistik di situasi darurat.
"Kami berupaya mengirimkan makanan untuk sahur bagi warga yang rumahnya tergenang. Meski demikian, belum semuanya dapat terjangkau karena keterbatasan logistik," jelasnya.
Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, DPC PDIP Kabupaten Probolinggo juga mendorong pemerintah daerah agar menyiapkan dapur umum siaga.
Menurut mereka, keberadaan dapur umum sangat penting untuk dapat segera dioperasikan ketika terjadi bencana, terutama di tengah musim penghujan dan saat bulan Ramadan.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo masih melakukan pendampingan dan pemantauan di sejumlah titik terdampak banjir dan longsor.
Editor : Redaksi