SURABAYA - Komitmen meningkatkan kualitas kesehatan perempuan kembali ditegaskan Pimpinan Cabang Fatayat NU Surabaya melalui kolaborasi bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Lewat program edukasi “Sadari Sejak Dini, Fatayat NU Cinta Diri”, para kader dan warga mendapatkan pembekalan deteksi dini kanker payudara serta pelatihan Basic Life Support (BLS) dan manuver Heimlich.
Ketua PC Fatayat NU Surabaya, Camelia Habiba, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan berkelanjutan yang fokus pada literasi kesehatan perempuan.
“Kami ingin program ini terus berkembang. Ke depan, kolaborasi dengan UNUSA tidak hanya soal edukasi kesehatan, tetapi juga penguatan budaya lingkungan bersih di pesantren,” ungkapnya.
Ketua IV Bidang Kesehatan PC Fatayat NU Surabaya, dr. Durrtoun Nafisah, menjelaskan bahwa materi yang diberikan dirancang aplikatif. Peserta tidak hanya memahami pentingnya pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), tetapi juga mempraktikkan teknik pertolongan pertama pada kasus tersedak maupun henti napas.
“Harapannya, para kader memiliki kesiapsiagaan saat menghadapi situasi darurat di rumah maupun di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam penutupan kegiatan, Camelia Habiba yang akrab disapa Ning Habiba memberikan pesan inspiratif kepada para peserta agar menjadikan kesehatan sebagai prioritas hidup.
“Cantik itu aset, tapi sehat adalah investasi,” tuturnya.
Melalui sinergi berkelanjutan dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Fatayat NU Surabaya optimistis mampu memperluas dampak program kesehatan sekaligus membangun kesadaran hidup bersih dan sehat di kalangan perempuan serta komunitas pesantren.
Editor : Redaksi